PELAKSANAAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI DALAM OPERASI BEDAH SEKTIO CAESAREA (SC)

Willy, Pratama (2019) PELAKSANAAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI DALAM OPERASI BEDAH SEKTIO CAESAREA (SC). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (374kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf - Published Version

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (375kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Persetujuan tindakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Setiap tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi harus memperoleh persetujuan tertulis, termasuk disini salah satunya yaitu operasi bedah sektio caesarea (SC), hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Pesetujuan Tindakan Kedokteran dan Konsil Kedokteran Indonesia Tahun 2006 tentang Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran. Permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran di Rumah Sakit Islam Ibnu Bukittinggi dalam tindakan medis operasi bedah sektio caesarea (SC) adalah kurang baiknya komunikasi antara dokter dan pasien, pemberian informasi yang kurang jelas oleh dokter yang disebabkan oleh rendahnya pendidikan, pemahaman sehingga pasien atau keluarganya mengiya – iyakan saja apa yang disampaikan oleh dokter. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran dalam tindakan medis operasi bedah sektio caesarea (SC) di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi, bagaimana kewenangan dan tanggung jawab Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi atas tindakan kedokteran operasi bedah sektio caesarea (SC) yang dilakukan terhadap pasien, dan apa kendala yang dihadapi dalam melaksanakan persetujuan tindakan kedokteran operasi bedah sektio caesarea (SC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Data penelitian meliputi data primer dan sekunder, yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara dan studi pustaka. Analisis penelitian yang digunakan adalah secara kualitatif karena tidak menggunakan angka melainkan dengan uraian kalimat. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi bahwa dalam melaksanakan operasi bedah sektio caesarea (SC) dokter harus mendapat persetujuan tindakan kedokteran secara tertulis dalam bentuk formulir yang sudah disediakan Rumah Sakit, yang ditandatangani oleh dokter, pasien dan dua orang saksi yang terdiri dari satu saksi dari pihak Rumah Sakit dan satu saksi lagi dari pihak pasien. Persetujuan tindakan kedokteran merupakan dasar kewenangan dari dokter untuk melakukan operasi bedah sektio caesarea (SC), karena pasien ataupun keluarganya telah menyetujui bahwa akan dilakukan tindakan kedokteran.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Yussy Adelina Manas, S.H., M.H
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: S1 Ilmu Hukum
Date Deposited: 22 May 2019 12:32
Last Modified: 22 May 2019 12:32
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/45245

Actions (login required)

View Item View Item