HUBUNGAN KONSUMSI KARBOHIDRAT DENGAN PANJANG TELOMER BERDASARKAN KADAR MALONDIALDEHID PLASMA PADA LAKI-LAKI ETNIK MINANGKABAU

Weni, Fitria Nazulis (2018) HUBUNGAN KONSUMSI KARBOHIDRAT DENGAN PANJANG TELOMER BERDASARKAN KADAR MALONDIALDEHID PLASMA PADA LAKI-LAKI ETNIK MINANGKABAU. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak oke.pdf - Published Version

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I oke.pdf - Published Version

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB Akhir)
BAB Akhir oke.pdf - Published Version

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA oke.pdf - Published Version

Download (238kB) | Preview
[img] Text (Tesis Full Text)
Tesis Utuh oke.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

HUBUNGAN KONSUMSI KARBOHIDRAT DENGAN PANJANG TELOMER BERDASARKAN KADAR MALONDIALDEHID PLASMA PADA LAKI-LAKI ETNIK MINANGKABAU Oleh : Weni Fitria Nazulis (1520312011) Dibawah bimbingan : Prof. Dr. dr. Delmi Sulastri, MS, Sp.GK dan Dr. dr. Yuniar Lestari, M.Kes, FISPH, FISCM ABSTRAK Umur harapan hidup merupakan salah satu indikator indeks pembangunan manusia bidang kesehatan, yang salah satunya dipengaruhi oleh proses pemendekan telomer. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pemendekan telomer, diantaranya ketidakseimbangan konsumsi karbohidrat kemudian stress oksidatif. Penelitian bertujuan mengkaji hubungan konsumsi karbohidrat dan karbohidrat simpleks (sukrosa) dengan panjang telomer berdasarkan kadar malondialdehid (MDA) plasma pada laki-laki etnik Minangkabau. Penelitian berjenis cross sectional dengan 97 sampel dari aparatur sipil negara laki-laki, etnik Minangkabau, berusia 40–50 tahun di Kota Padang. Data konsumsi karbohidrat dan sukrosa didapatkan melalui pengisian kuesioner food frequency questionare (FFQ) semikuantitatif, pemeriksaan kadar MDA dengan tes thiobarbituric acid dan panjang telomer diukur dengan quantitative polymerase chain reaction (qPCR) menggunakan metode O’Challagan dan Fenech. Hasil penelitian menunjukkan rerata panjang telomer 550,43±188,47 bp; rerata konsumsi karbohidrat 1280,97±433,57 kkal atau 48,80±16,52 %; rerata konsumsi sukrosa 179,40±126,61 kkal atau 6,83±4,82 % dan rerata kadar MDA plasma 66,91±13,93 nmol/ml. Hubungan konsumsi karbohidrat dengan panjang telomer berdasarkan kadar MDA plasma didapatkan nilai p=0,285. Hubungan konsumsi karbohidrat simpleks (sukrosa) dengan panjang telomer berdasarkan kadar MDA plasma didapatkan nilai p=0,799. Perbedaan rerata panjang telomer pada berbagai kategori konsumsi karbohidrat dan sukrosa didapatkan nilai p=0,547 dan 0,559. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara konsumsi karbohidrat dan karbohidrat simpleks (sukrosa) dengan panjang telomer berdasarkan kadar MDA plasma laki-laki etnik Minangkabau; dan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata panjang telomer pada berbagai kategori konsumsi karbohidrat dan konsumsi sukrosa yang berbeda. Kata kunci : konsumsi karbohidrat dan sukrosa, panjang telomer, kadar MDA.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof. Dr. dr. Delmi Sulastri, MS, Sp.GK
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: s2 ilmu biomedik
Date Deposited: 13 May 2019 12:19
Last Modified: 13 May 2019 12:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/44491

Actions (login required)

View Item View Item