Yafila, Kania Irianto (2019) PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN TENAGA LISTRIK OLEH PENYIDIK KEPOLISIAN RESOR KOTA BESAR (POLRESTABES) MEDAN. Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (276kB) | Preview |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version Download (607kB) | Preview |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf - Published Version Download (258kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (394kB) | Preview |
|
Text (Skripsi Full Tetx)
Skripsi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tenaga listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat umum atau bagi kegiatan ekonomi yang mengandalkan tenaga listrik. Perkembangan teknologi dan kemajuan zaman membuat bukan hanya benda mati atau benda padat yang dapat menjadi objek suatu tindak pidana pencurian namun benda yang tidak berwujud seperti daya listrik juga dapat dijadikan sebagai objek suatu tindak pidana pencurian. Pencurian terhadap tenaga listrik diatur dalam Undang – Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan. Untuk menangani tindak pidana pencurian tenaga listrik tersebut, pihak kepolisian berwenang untuk melakukan penyidikan tindak pidana pencurian tenaga listrik bekerjasama dengan PT. PLN (Persero). Beberapa laporan tindak pidana pencurian listrik yang masuk ke kepolisian hanya sedikit yang dapat masuk ke penyidikan. Adapun rumusan masalah yang dibahas adalah: 1. Bagaimanakah pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana pencurian tenaga listrik di kota Medan? 2. Apa sajakah kendala penyidik kepolisian dalam melakukan penyidikan tindak pidana pencurian tenaga listrik di kota Medan?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris, yang memandang hukum sebagai fenomena sosial dengan pendekatan struktural yang umumnya kualitatif yang berwujud terhadap kasus – kasus, dengan teknk pengumpulan data studi dokumen dan wawancara. Analisa dilakukan secara kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penyidikan terhadap tindak pidana pencurian tenaga listrik ini didahului dengan penyelesaian oleh PT.PLN (Persero) dan apabila telah diberikan sanksi administratif namun tetap tidak selesai kasus akan dilimpahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti berdasarkan aturan yang terdapat dalam KUHAP. Kendala yang dihadapi penyidik kepolisian dalam melakukan penyidikan tindak pidana pencurian tenaga listrik adalah kurangnya kerjasama antara PT.PLN (Persero) Area Medan dengan Polrestabes Medan dalam menyelesaikan tindak pencurian tenaga listrik di kota Medan, Alat bukti yang hilang atau rusak, dan PLN yang lebih mengedepankan penyelesaian dengan sanksi administratif dibanding melalui jalur hukum pidana.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Primary Supervisor: | Nelwitis, S.H., M.H |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum |
Depositing User: | S1 Ilmu Hukum |
Date Deposited: | 12 Apr 2019 16:31 |
Last Modified: | 12 Apr 2019 16:31 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/43873 |
Actions (login required)
View Item |