HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI, DAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 PADANG TAHUN 2018

Winda, Dwi Putri (2018) HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI, DAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 PADANG TAHUN 2018. Diploma thesis, Universitas Andalas.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
ABSTRAK 1.pdf - Published Version

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 6 Kesimpulan dan Saran)
BAB 6 Penutup.pdf - Published Version

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (51kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi fulltext12.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan Remaja putri berisiko mengalami anemia. Anemia terjadi karena rendahnya asupan makanan yang mengandung zat besi, asam folat, dan asupan enhacer zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi, dan asam folat dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 3 Padang tahun 2018. Metode Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Padang dari bulan Agustus-September 2018. Sampel terdiri dari 83 remaja putri, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data primer yang diperoleh, yaitu SQ FFQ, kuesioner, dan kadar Hb, sedangkan data sekunder, yaitu identitas responden. Analisis data menggunakan uji T Independent dan Regresi Logistik Berganda. Hasil Hasil penelitian didapatkan sebesar 78,3% remaja putri mengalami anemia. Rata-rata asupan zat besi, 20,46±6,21mg, dan asam folat, 110,25 ±114.41µg,rata-rata asupan tanin, yaitu 2,53±5,72mg, asam fitat, yaitu 3,05±8,01 mg,dan 53,01% mengalami riwayat infeksi cacingan dan malaria berdasarkan gejala yang dialami dalam 1 bulan yang lalu. Hasil uji statistik diperoleh hubungan yang tidak bermakna antara asupan zat besi dengan kejadian anemia (p-value>0,05), dan hubungan bermakna antara asupan asam folat dengan kejadian anemia (p-value<0.05). Hubungan yang tidak bermakna antara variabel confounding (tanin,dan riwayat penyakit) dengan kejadian anemia (p-value >0,05), dan hubungan bermakna antara asam fitat dengan anemia (p-value<0,05). Hubungan tidak bermakna antara asupan zat besi, dan asam folat dengan kejadian anemia setelah dikontrol dengan asupan tanin,asam fitat,dan riwayat penyakit infeksi (p-value>0,05). Kesimpulan Sebagian besar remaja putri mengalami anemia disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi hewani dan asupan asam folat. Disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, dan asam folat. Daftar Pustaka : 82 (1977-2017) Kata Kunci : Anemia, zat besi, asam folat, tanin, asam fitat,dan riwayat penyakit infeksi FACULTY OF PUBLIC HEALTH ANDALAS UNIVERSITY Undergraduated Thesis, October 2018 WINDA DWI PUTRI, No. Bp. 1411222006 THE RELATIONSHIP BETWEEN IRON SUBSTANCE AND FOLATE ACID WITH ANEMIA INCIDENCE AMONG ADOLESCENT GIRLS IN SMKN 3 PADANG, 2018. xiii + 110 pages, 40 tables, 2 pictures, and 13 attachments ABSTRACT Objective Teenage girls are anemia. Anemia occurs due to low intake of foods containing iron, folic acid, and iron enhacer intake. This study aims to determine the relationship between iron intake, and folic acid with the incidence of anemia in young women at SMK Negeri 3 Padang in 2018 Metode The research method used is quantitative using cross sectional research design. This research was conducted at SMK Negeri 3 Padang from August to September 2018. The sample consisted of 83 young women, using simple random sampling technique. Primary data obtained, namely SQ FFQ, questionnaire, and Hb level, while secondary data, namely respondent's identity. Data analysis using Independent T test and Multiple Logistic Regression. Result The results showed that 78.3% adolescent had anemia. Average iron intake, 20.46 ± 6.21 mg, and folic acid, 110.25 ± 114.41 mg, Average tannin intake, 2,53±5,72mg, folic acid, 3,05±8,01 mg, and 53.01% have a history of worm infection and malaria. The results of statistical tests obtained from an insignificant relationship between iron intake and the incidence of anemia (p-value> 0.05), and a significant relationship between folic acid intake and the incidence of anemia (p-value <0.05). An insignificant relationship between confounding variables (tannin and disease history) and the incidence of anemia (p-value> 0.05), and a significant relationship between phytic acid and anemia (p-value <0.05). There is no significant relationship between iron intake and folic acid with the incidence of anemia after control with tannin intake, phytic acid, and infection disease history (p-value> 0.05). Conclusion Most girls experience anemia due to low animal iron intake and folic acid intake. It is recommended to consume foods that contain iron, and folic acid. Reference : 82 (1977-2017) Keywords : Anemia, iron, folic acid, tannin, phytic acid, and infection disease history.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Helmizar,SKM.M.Biomed
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Depositing User: s1 gizi gizi
Date Deposited: 24 Oct 2018 16:00
Last Modified: 24 Oct 2018 16:00
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/40211

Available Versions of this Item

  • HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI, DAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 PADANG TAHUN 2018. (deposited 24 Oct 2018 16:00) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item