PERENCANAAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT MENUJU BANGUNAN PENYELAMATAN (SHELTER) PADA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS: KECAMATAN PADANG BARAT, SUMATERA BARAT)

Adrial, Sy (2018) PERENCANAAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT MENUJU BANGUNAN PENYELAMATAN (SHELTER) PADA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS: KECAMATAN PADANG BARAT, SUMATERA BARAT). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
COVER + ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
11. BAB I - Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 5)
15. BAB V - Kesimpulan Dan Saran.pdf - Published Version

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (99kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
Adrial Sy (1410922076).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Menurut BMKG Sumatera Barat sangat berpotensi terjadinya tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi. Kesalahan yang sering terjadi saat evakuasi yaitu menggunakan roda empat dan roda dua yang menyebabkan kemacetan lalu lintas tanpa memanfaatkan potensial shelter terdekat. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian berdasarkan kondisi tersebut dengan judul Perencanaan Aksesibilitas Masyarakat menuju Bangunan Penyelamatan (Shelter) pada Daerah Rawan Bencana. Data primer yang diperlukan yaitu peta kecamatan Padang Barat yang diambil dari google maps. Data sekunder yang diperlukan yaitu lokasi gedung potensi Shelter serta kapasitas dari gedeng tersebut. Waktu saat evakuasi adalah 10 menit dan kecepatan saat evakuasi diasumsikan 1 m/s berdasarkan International Journal of Disaster Risk Reduction 23 (2017). Penelitian dilakukan dalam dua kondisi yaitu aksesibilitas tanpa hambatan dan dengan hambatan lebar jalan. Pada aksesibilitas tanpa hambatan terdapat 52,134% kisi dengan aksesibilitas rendah serta lokasi potensial shelter dengan aksesibilitas rendah tertinggi yaitu STBA Prayoga sebesar 62,944% dan pada aksesibilitas dengan hambatan terdapat 30,083% yang rendah dengan lokasi potensial shelter yang dengan aksesibilitas rendah tertinggi yaitu Pasar Inspres sebesar 54,142%. Sehingga dapat dikatakan bahwa lebar jalan sangat mempengaruhi tingkat aksesibilitas. Dari nilai aksesibilitas dibuat peta tingkat aksesibilitas dan juga peta alur pergerakan. Kata Kunci : Aksesibilitas, Shelter, Gempa, Tsunami, Peta

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: TITI KURNIATI, MT
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Fakultas Teknik > Sipil
Depositing User: s1 Teknik Sipil
Date Deposited: 18 Oct 2018 16:44
Last Modified: 18 Oct 2018 16:44
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/39130

Actions (login required)

View Item View Item