PENGARUH VARIASI KETINGGIAN SAMBUNG SAMPING TERHADAP PERTUMBUHAN OKULASI TUNAS TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

Fina, Septika (2018) PENGARUH VARIASI KETINGGIAN SAMBUNG SAMPING TERHADAP PERTUMBUHAN OKULASI TUNAS TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (cover dan abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab I (Pendahuluan))
BAB I (PENDAHULUAN).pdf - Published Version

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab akhir (Kesimpulan dan saran))
BAB AKHIR (Kesimpulan dan saran).pdf - Published Version

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text (daftar pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (253kB) | Preview
[img] Text (tugas akhir ilmiah utuh)
tugas akhir ilmiah utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Abstrak Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan yang berperan penting dalam sejarah perekonomian Indonesia. Tanaman kakao yang sudah tua produksinya akan menurun, untuk itu perlu ditingkatkan kembali produksinya dengan cara rehabilitasi. Rehabilitasi adalah usaha untuk membangun kembali tanaman kakao yang kondisinya sudah rusak melalui tindakan rejuvinasi dan penyulaman untuk mengembalikan pertumbuhan yang baik agar produksi dan produktivitas meningkat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu cara rehabilitasi adalah sambung samping menggunakan klon unggul. Jenis klon unggul yang digunakan adalah BL50. Penelitian ini dilakukan pada perkebunan rakyat didaerah Balubuih, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota, dari bulan September – Desember 2017. Penelitian berbentuk percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 taraf perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan dengan ketinggian 50 cm, 75 cm dan 100 cm. Pengelompokan berdasarkan ukuran lingkaran batang tanaman kakao yang ada dilapangan dan terdiri dari 12 satuan percobaan. Data dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf nyata 5%. Apabila F hitung lebih besar dari F tabel 5%, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Variabel pengamatan terdiri dari waktu muncul tunas,panjang tunas, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, jumlah daun, persentase sambung hidup, persentase sambung jadi dan diameter tunas. Hasil penelitian menunjukan variasi ketinggian sambung samping tidak mempengaruhi pertumbuhan okulasi tunas tanaman kakao. Kata kunci : Kakao, Sambung, Okulasi, Tunas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Ir. Nasrez Akhir, MS
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: s1 agroekoteknologi pertanian
Date Deposited: 21 Sep 2018 11:22
Last Modified: 21 Sep 2018 11:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/37905

Actions (login required)

View Item View Item