Tindak Tutur Ekspresif Fungsi Mengeluh dalam Anime Boku Dake Ga Inai Machi Epsiode 1-12

Nabila, Z Sulaiman (2018) Tindak Tutur Ekspresif Fungsi Mengeluh dalam Anime Boku Dake Ga Inai Machi Epsiode 1-12. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (199kB)
[img] Text (Bab 1 (Pendahuluan))
BAB 1 (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (424kB)
[img] Text (Bab IV (Kesimpulan&Saran))
Bab IV (Kesimpulan&Saran).pdf - Published Version

Download (175kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text (Skripsi Full)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tindak Tutur Ekspresif Fungsi Mengeluh Dalam Anime Boku Dake Ga Inai Machi Episode 1-12 Kata kunci : pragmatik, tindak tutur ekspresif, mengeluh, strategi. Pembahasan dari penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif fungsi mengeluh yang terdapat dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi Episode 1-12. Salah satu fungsi bahasa memiliki fungsi untuk menyampaikan aspirasi, ide, pendapat ataupun perasaan. Fungsi ini dapat ditemukan dalam tindak tutur ekspresif yang memiliki tujuan untuk menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh penutur, seperti pujian, rasa terima kasih, ataupun mengeluh. Berkaitan dengan keluhan, penelitian ini meneliti strategi seperti apa yang digunakan dalam Anime Boku Dake Ga Inai Machi Episode 1-12 dan penggunaan strategi mengeluh berdasarkan komponen tutur. Penelitian ini menggunakan tinjauan pragmatik yang dikaitkan dengan teori strategi mengeluh oleh Anna Trosborg (1995) dan teori aspek tuturan oleh Leech (1983). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 14 data. Dari data keseluruhan tersebut dapat disimpulkan beberapa karakteristik yang ditemukan, diantaranya keluhan implisit yang menggunakan hint (isyarat) yang berupa pertanyaan atau permintaan. Keluhan dengan ungkapan kekesalan/ketidaksetujuan biasanya diikuti dengan ujaran yang tidak menyebutkan mitra tutur sebagai pihak yang bersalah. Penutur hanya mengungkapkan ekspresi kekesalannya tanpa menyudutkan mitra tutur sebagai orang yang harus bertanggung jawab. Keluhan tuduhan dibagi menjadi dua jenis, tuduhan langsung biasa diikuti dengan adanya ucapan yang menyinggung mitra tutur sebagai pihak yang bersalah sementara tuduhan tidak langsung, tidak mengutarakan secara langsung bahwa mitra tutur adalah orang yang bersalah. Keluhan dengan menyalahkan biasa diikuti dengan umpatan atau makian dan mengucapkan secara jelas bahwa mitra tutur adalah pihak yang harus bertanggung jawab.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: s1 sastra jepang
Date Deposited: 27 Jul 2018 10:38
Last Modified: 27 Jul 2018 10:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/36912

Actions (login required)

View Item View Item