AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, SITOTOKSIK DAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL DARI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR MERAH MUDA (Syzygium aqueum (Burm.F.) Alston)

VINA, AGUSTIN (2018) AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, SITOTOKSIK DAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL DARI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR MERAH MUDA (Syzygium aqueum (Burm.F.) Alston). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK (OKE) (1).pdf - Published Version

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I PENDAHULUAN (OKE).pdf - Published Version

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V KESIMPULAN (OKE).pdf - Published Version

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA (OKE).pdf - Published Version

Download (295kB) | Preview
[img] Text (Skripsi)
SKRIPSI (OKE).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Secara tradisional daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.F.) Alston) digunakan sebagai obat dalam mengobati berbagai macam penyakit seperti diare, asma, menurunkan demam, melancarkan pencernaan, diabetes, kolesterol, dan bahkan kanker payudara. Tumbuhan jambu air mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya fenolik, flavonoid, terpenoid dan tannin. Berdasarkan penelitian sebelumnya telah dilaporkan bahwa pada ekstrak etanol daun jambu air mengandung 6 jenis flavonoid dan tumbuhan jambu air juga memiliki berbagai bioaktivitas seperti antioksidan, antikanker, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fenolik total, aktivitas antioksidan, aktivitas sitotoksik, dan hubungan antara kandungan fenolik total dengan aktivitas antioksidan dariekstrak daun jambu air. Metanol, etil asetat, dan n-heksan digunakan untuk memperoleh ekstrak dari daun jambu air dengan metode maserasi. Penentuan kandungan fenolik total dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu, aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-diphenyl-2-pycrilhydrazil (DPPH), sitotoksik dengan uji larva udang (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenolik total paling tinggi terdapat pada ekstrak metanol (10,62 mg GAE/10 mg ekstrak kering). Ekstrak metanol dan etil asetat bersifat sangat kuat sebagai antioksidan dengan nilai IC50 17,602 dan 38,499 mg/L, sedangkan ekstrak heksan bersifat tidak kuat sebagai antioksidan dengan nilai 765,714 mg/L. Nilai LC50 menunjukkan bahwa ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksan bersifat toksik. Semakin tinggi kandungan fenolik total dalam sampel dapat mempengaruhi sifat aktivitas antioksidan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Afrizal, MS
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: s1 kimia kimia
Date Deposited: 26 Jul 2018 16:47
Last Modified: 26 Jul 2018 16:47
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/36701

Actions (login required)

View Item View Item