Wisata Bahari di Kota Pariaman (1987-2017)

PUTRA, HAJRIL FAJRI (2018) Wisata Bahari di Kota Pariaman (1987-2017). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (440kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab I)
2. BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (471kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab v)
3. BAB V Kesimpulan.pdf - Published Version

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text (daftar pustaka)
4. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (124kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full text)
5. Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Wisata Bahari di Kota Pariaman (1987-2017)” ditetapkannya Kota Pariaman sebagai Kota Administratif pada tahun 1987 membuat Kota Pariaman semakin giat meningkatkan potensi yang ada termasuk potensi wisatanya. Perkembangan wisata dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kota Pariaman berpeluang besar sebagai wisata bahari yang sebagian besar wilayahnya berada di pesisir pantai barat sumatera memiliki potensi wisata bahari yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Alasan kenapa mengambil wisata bahari di Kota Pariaman ini sebagai objek penelitian karena perkembangan wisata di Kota Pariaman terus mengalami kemajuan khususnya di sektor wisata bahari. Pada tahun 1987 Pariaman menjadi Kota Administratif Kabupaten Padang Pariaman, semenjak itu pengunjung yang datang ke Pariaman mulai ramai karena menjadi pusat Pemerintahan dan ekonomi masyarakat. Secara tidak langsung mempengaruhi kunjungan wisata ke Kota Pariaman. Pada tahun 2017 perkembangan pariwisata di Kota Pariaman terus mengalami kemajuan, Pemerintah sudah mulai bergerak membenahi wisata di Pariaman dengan memanfaatkan destinasi laut seperti pulau-pulau yang ada di Pariaman menjadi lebih baik dan lebih menarik dan peningkatan dalam jumlah wistawan yang berkunjung dari tahun ke tahun khususnya wisata bahari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, pertama heuristik (pengumpulan data), kedua kritik, baik kritik ekstern maupun kritik intern, ketiga interpretasi (penafsiran sumber) dan keempat historiografi (penulisan hasil penelitian). Penelitian ini juga menggunakan sejarah lisan yaitu dengan mewawancarai orang-orang yang berkaitan dengan tema penelitian. Sebagai unggulan pariwisata yang ada di Kota Pariaman, Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo sangat berperan penting dalam memajukan dan memperkenalkan daerah Kota Pariaman kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Dapat dikatakan bahwa pantai gandoriah merupakan salah satu sumber daya wisata yang sudah berkembang dan populer di Kota Pariaman dan sekaligus ikon wisata pantai Kota Pariaman yang memiliki tingkat keterjangkauan dan mobilitas paling tinggi yang dipengaruhi oleh faktor lokasi yang berada di kawasan pusat kota. Dilihat oleh pemerintah Kota Pariaman Pulau Angso Duo merupakan sebagai alternatif utama untuk memajukan wisata bahari. Pembangunan fisik yang ada di Pulau Angso Duo sudah dilakukan dari tahun 2013 berbentuk dermaga, gazebo, pengembangan jaring apung dan pos jaga-jaga. Begitu pula dengan Pulau Kasiak yang belum adanya pembangunan fisik seperti Pulau Angso Duo namun memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya fauna laut penyu sehingga di jadikan Pemerintah Kota Pariaman sebagai konservasi penyu secara alami. Sedangkan Pulau Ujuang masih belum di kembangkan oleh Pamerintah Kota Pariaman dari segi pembangunan fisik namun keindahan dan keasrian Pulau Ujuang masih terjaga dan memberikan kesenangan tersendiri bagi para wisatawan yang datang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Mhd. Nur, M.S Drs. Sabar, M.Hum
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Depositing User: S1 Ilmu Sejarah
Date Deposited: 14 May 2018 09:53
Last Modified: 14 May 2018 09:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/34234

Actions (login required)

View Item View Item