POLITENESS VIOLATION IN THE COURT “KOPI SIANIDA”: PRAGMATICS ANALYSIS

INESTIE, PRINTA ELISYA (2018) POLITENESS VIOLATION IN THE COURT “KOPI SIANIDA”: PRAGMATICS ANALYSIS. Masters thesis, fakultas ilmu budaya s2 ilmu linguistik.

[img] Text (cover and abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (265kB)
[img] Text (chapter I)
CHAPTER 1.pdf - Published Version

Download (309kB)
[img] Text (chapter V conclusion)
CHAPTER 5.pdf - Published Version

Download (199kB)
[img] Text (Bibliography)
BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (269kB)
[img] Text (full tesis)
tesis lengkap.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelanggaran kesantunan dalam sidang kasus KOPI SIANIDA : kajian pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe pelanggaran kesantunan, fungsi dari pelanggaran kesantunan, dan kontekstual faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran kesantunan. Data penelitian ini berupa tuturan partisipan dalam persidangan. Sumber data penelitian adalah sidang pengadilan kasus KOPI SIANIDA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: pengumpulan data, analisis data dan penyajian hasil analisis data. Pada proses pengumpulan data, data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak . Metode ini dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap , teknik rekam dan teknik catat. Setelah data dikumpulkan, data dianalisis dengan menggunakan metode padan pragmatik dan padan referensial. Selanjutnya, hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Dari hasil penelitian, penulis menemukan enam tipe pelanggaran kesantunan. Pelanggaran kesantunan tersebut adalah kesantunan berekspresi, kesantunan saat emosi, kesantunan bertanya, kesantunan menolak, kesantunan menyuruh dan kesantunan meminta. Kesantunan berekspresi adalah yang paling sering dilanggar. Kesantunan berekspresi ditemukan sebanyak 56,1%. Kebanyakan peserta sidang melanggar tipe ini untuk menutupi kebenaran, menyembunyikan informasi dan rahasia mereka. Beberapa partisipan berbicara berdasarkan apa yang ada dipikirannya bukan berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh lawan tuturnya. Ada enam faktor yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran kesantunan. Dua faktor tidak ditemukan dalam penelitian ini. Faktor yang dominan adalah end. Faktor end ini terjadi karena tujuan akhir atau yang ingin dicapai oleh lawan tutur tersebut. Faktor lainya adalah Partisipan. Penutur yang berusia lebih tua dan berpendidikan ternyata tidak menjamin seorang penutur untuk bertutur secara santun. Penulis menemukan Watak dan tujuan akhir penutur yang mempengaruhi seseorang dalam bertutur. Fungsi yang paling dominan adalah Argumentative. Argumentative menjadi fungsi tuturan yang dominan karena kebanyakan partisipan menggunakan ini untuk menyakinkan hakim. Partisipan tersebut menggunakannya dalam memberikan pembelaan maupun kesaksianya Kata Kunci : pelanggaran, kesantunan, dan pragmatik.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Oktavianus, M. Hum
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya
Depositing User: s2 ilmu linguistik
Date Deposited: 11 May 2018 16:03
Last Modified: 11 May 2018 16:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/34084

Actions (login required)

View Item View Item