IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN LAHAN KRITIS PADA FUNGSI KAWASAN SUB DAS MANGAU HULU KABUPATEN AGAM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Aprimon, Pendra (2017) IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN LAHAN KRITIS PADA FUNGSI KAWASAN SUB DAS MANGAU HULU KABUPATEN AGAM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Abstract.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Penutup)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview
[img] Text (Skripsi full text)
skripsi full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Sub DAS Mangau Hulu mengalami perubahan penggunaan lahan dari areal hutan lindung menjadi areal perkebunan yang nantinya dapat mengancam keberadaan fungsi hidrologis yang menyebabkan terjadinya lahan kritis. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang “Identifikasi dan Pemetaan Lahan Kritis Pada Fungsi Kawasan Sub DAS Mangau Hulu Kabupaten Agam Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melakukan pemetaan lahan kritis pada fungsi kawasan Sub DAS Mangau Hulu Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode survei, dan skoring, kemudian untuk analisis tanah dilakukan di laboratorium Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor : P.4/5-SET/2013 faktor yang mempengaruhi lahan kritis adalah kerapatan vegetasi, kelerengan, tingkat bahaya erosi, manajemen lahan, dan produktivitas. Analisis lahan kritis dilakukan berdasarkan tiga fungsi kawasan. Berdasarkan hasil pengolahan data, lahan kritis pada fungsi kawasan hutan lindung didominasi oleh potensial kritis seluas 541,40 Ha atau 64,42%, sedangkan tingkat kekritisan lahan dengan luasan terkecil yaitu kritis seluas 0,73 Ha atau 0,09%. Pada kawasan areal penggunaan lain (APL), tingkat kekritisan lahan paling dominan yaitu sangat kritis seluas 1048,38 Ha atau 34,29%, sedangkan tingkat kekritisan lahan dengan luasan terkecil yaitu tidak kritis seluas 283,54 Ha atau 9,28%. Pada kawasan suaka alam dan pelestarian alam (KSA/KPA), tingkat kekritisan lahan paling dominan yaitu kelas potensial kritis seluas 3319,50 Ha atau 77,23%, sedangkan tingkat kekritisan lahan dengan luasan terkecil yaitu kelas kritis seluas 0,48 Ha atau 0,01%. Kata kunci : Lahan Kritis, SIG, Malalak, Sub DAS Mangau Hulu

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Ir. Yuzirwan Rasyid, MS
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: s1 agroekoteknologi pertanian
Date Deposited: 12 Jan 2018 15:29
Last Modified: 12 Jan 2018 15:29
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/32472

Actions (login required)

View Item View Item