KEDUDUKAN HUKUM SESEORANG BERKELAMIN GANDA (KHUNTSA) DALAM WARIS SECARA HUKUM ISLAM

Muhamamd, Syah Reza Fikri (2017) KEDUDUKAN HUKUM SESEORANG BERKELAMIN GANDA (KHUNTSA) DALAM WARIS SECARA HUKUM ISLAM. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab IV)
BAB IV.pdf - Published Version

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (688kB) | Preview
[img] Text (skripsi Full Text)
SKRIPSI FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

ABSTRAK Pada zaman sekarang, pengetahuan dan penemuan manusia telah menyebar di segala bidang, khususnya dalam bidang-bidang ilmu kealaman, dan tidak dapat dipungkiri bahwa penemuan rahasia alam dan hukum-hukumnya ini sangatlah penting, karena dengan penemuan-penemuan itu, akan semakin terbentang luas di hadapan manusia berbagai macam alternatif dan pilihan-pilihan yang sesuai dengan kehendaknya. Salah satu penemuan dalam ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang kedokteran yang berdampak pada hak waris bagi manusia adalah operasi pergantian kelamin. Operasi pergantian kelamin yang dimaksudkan disini merupakan tindakan perbaikan atau penyempurnaan kelamin. Pelaku pergantian kelamin lebih didominasi oleh khunsa atau mukhannats. Menurut para ahli fiqh, khuntsa dapat didefinisikan sebagai manusia yang mempunyai dua alat kelamin pria dan wanita yang menyatu dalam individu yang satu. Fuqaha juga membagi atau menggolongkan khunsa kepada dua bagian, masingmasing khuntsa musykil dan ghairu musykil. Khunsa musykil ialah orang yang mempunyai dua organ kelamin luar (penis dan vagina), atau mempunyai penis dan lubang dekat vaginanya, sedangkan khunsa ghairu musykil diartikan sebagai orang yang mempunyai dua organ kelamin hanya satu saja yang berfungsi. Adapun perumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana pengaturan khunsta menurut hukum islam, bagaimana prosedur pergantian jenis kelamin, dan bagaimana kedudukan orang yang mempunyau kelamin ganda (khuntsa) dalam kewarisan munrut hukum islam. Sifat dari penelitian ini deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah normatif. Bahan hukum dan data diperoleh dari nash AL-Quran dan Hadist, Kompilasi Hukum Islam, serta pendapat para fuqaha dan para ahli yang diperoleh dari berbagai literatur tentang kewarisan dan khunsta. Berdasarkan analisis kualitatif yang dilakukan, dapat diketahuai bahwa pada dasarnya khuntsa merupakan suuatu takdir atau qada Allah yang telah ditetapkan Allah kepada manusia. Berbeda dengan waria yang diharamkan oleh Islam. Dalam menetukan status hukum bagi khuntsa ini dapat dilihat dari tanda-tanda kedewasaannya dan dari mana ia mengeluarkan air kencing seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Ibnu ‘Abbas dan melalui ilmu kedokteran cara menentukan seseorang khuntsa dilakukan tes DNA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Linda Elmis, S.H., M.H
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: S1 Ilmu Hukum
Date Deposited: 05 Feb 2018 15:25
Last Modified: 05 Feb 2018 15:25
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/31966

Actions (login required)

View Item View Item