EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK PRESERVASI REKONSTRUKSI RUAS JALAN MUARA KALABAN – BATAS JAMBI DAN KILIRANJAO – BATAS RIAU

Gabriella, Novitasari (2017) EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK PRESERVASI REKONSTRUKSI RUAS JALAN MUARA KALABAN – BATAS JAMBI DAN KILIRANJAO – BATAS RIAU. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
2. Bab 1.pdf - Published Version

Download (457kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab akhir)
3. Bab Akhir.pdf - Published Version

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar pustaka)
4. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (221kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
5. FULL REPORT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Penyelesaian proyek sering mengalami keterlambatan. Keterlambatan proyek dapat diakibatkan oleh berbagai faktor dan dapat berdampak pada pelaksana proyek itu sendiri, yaitu berkurangnya keuntungan untuk pelaksana proyek, bahkan dapat mengalami kerugian. Salah satu proyek yang mengalami keterlambatan penyelesaian proyek adalah proyek preservasi rekonstruksi ruas jalan Muara Kalaban – Batas Jambi dan Kiliranjao – Batas Riau. Proyek tersebut merupakan proyek yang dibawahi oleh APBN yang mana berkerja sama dengan kontraktor PT Tri Jaya Putra yang berlokasi di Jl. Jendral Ahmad Yani, No. 83, Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Proyek mengalami keterlambatan selama 6 hari, dan perhari akan didenda 1/1000 (satu perseribu) dari nilai kontrak, maka per hari kontraktor akan dikenakan denda sebesar Rp. 36.493.137.18. Sehingga total denda keterlambatan selama 6 hari adalah sebesar Rp. 218.958.823.06. Analisis dibutuhkan untuk dapat mengetahui kinerja pelaksanaan proyek atau dalam hal biaya dan waktu. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menentukan nilai indikator Actual Cost, Earned Value, dan Planned Value. Kemudian menghitung nilai Varians, yaitu Schedule Variance dan Cost Variance. Lalu menghitung indeks kinerja Schedule Performance Index dan Cost Performance Index. Langkah selanjutnya yaitu menganalisis faktor penyebab keterlambatan proyek dengan bantuan Fishbone Diagram, memberikan usulan perbaikan terhadap faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek, dan memberikan rekomendasi perbaikan Standard Operation Procedure (SOP) untuk penanganan proyek sejenis di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat enam periode yang memiliki nilai CPI di atas 1 yaitu periode ke-4 sampai periode ke-9 pengerjaan proyek. Sedangkan terdapat 4 periode yang memiliki nilai SPI di atas 1 yaitu periode ke-3, periode ke-7, periode ke-8, dan periode ke-10. Terdapat empat periode dari enam periode yang mengalami keterlambatan proyek, keterlambatan disebabkan oleh karena terlambatnya laporan Monthly Certificate (MC) sehingga dana proyek terlambat pula diserahkan ke Site Manager. Sementara dua keterlambatan disebabkan oleh kelangkaan BBM, cuaca buruk, menipisnya persediaan material, dan lain-lain. Keterlambatan laporan MC terutama disebabkan oleh kurang disiplinnya pekerja dan belum adanya aturan prosedur yang harus diikuti dan ditaati oleh pekerja. Oleh karena itu, maka pada penelitian ini dievaluasi prosedur cara kerja pembuatan laporan MC lalu diusulankan perbaikan dalam bentuk SOP. Kata kunci: Proyek, Keterlambatan, Analisis, SOP

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. ALFADHLANI
Subjects: T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > Industri
Depositing User: S1 Teknik Industri
Date Deposited: 30 Oct 2017 11:02
Last Modified: 30 Oct 2017 11:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/31532

Actions (login required)

View Item View Item