Optimasi Pembuatan Liposom Fraksi Etil Asetat Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.)

Putri, Bhana Pinto (2017) Optimasi Pembuatan Liposom Fraksi Etil Asetat Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (197kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I. Pendahuluan)
Bab I. Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab Akhir. Penutup)
Bab Akhir. Penutup.pdf - Published Version

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (241kB) | Preview
[img] Text (Tugas Akhir Ilmiah Utuh)
Tugas Akhir Ilmiah Utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan polifenolnya yang tinggi. Fenol total dan aktivitas antioksidan menurun selama penyimpanan karena polifenol bersifat tidak stabil. Liposom merupakan suatu metode stabilisasi untuk mengatasi ketidakstabilan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik liposom. Liposom dibuat dengan menggunakan dua metode yaitu metode hidrasi lapis tipis dan metode penguapan fase terbalik. Formula liposom dibuat dengan perbandingan fraksi etil asetat kayu secang dan komponen penyusun liposom 1:6. Komponen penyusun liposom dalam penelitian ini yaitu fosfatidilkolin yang berasal dari telur dan kolesterol. Evaluasi liposom yang dilakukan meliputi organoleptis, morfologi, kelamelaran, ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. Kedua metode menghasilkan suspensi liposom berwarna merah. Pemeriksaan dengan transmission electron microscopy, kedua metode menghasilkan liposom yang berbentuk bulat dan satu lamelar. Metode hidrasi lapis tipis menghasilkan liposom dengan rata-rata ukuran partikel 2.304,5 ± 528,9 nm. Metode penguapan fase terbalik menghasilkan liposom dengan ukuran partikel 2.643,5 ± 350,8 nm. Rata-rata ukuran partikel dari kedua metode tidak berbeda nyata (p>0,05) setelah dianalisa dengan uji t. Indeks polidispersitas menunjukkan distribusi ukuran partikel liposom. Metode hidrasi lapis tipis menghasilkan liposom dengan indeks polidispersitas 1,490±0,284. Metode penguapan fase terbalik menghasilkan liposom dengan indeks polidispersitas 1,987±0,901. Rata-rata distribusi ukuran partikel dari kedua metode tidak berbeda nyata (p>0,05) setelah dianalisa dengan uji t. Kata kunci: kayu secang, liposom, metode hidrasi lapis tipis, metode penguapan fase terbalik

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Febriyenti, S.Si, M.Si, Apt
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Farmasi
Depositing User: s1 Fakultas Farmasi
Date Deposited: 22 Sep 2017 11:27
Last Modified: 22 Sep 2017 11:27
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/29549

Actions (login required)

View Item View Item