KAJIAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PAKAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN RANTAI PASOK (Studi Kasus: Di Kabupaten Pasaman)

Nelfri, Asfandi (2017) KAJIAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PAKAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN RANTAI PASOK (Studi Kasus: Di Kabupaten Pasaman). Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover & Abstrak)
COVER,PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (277kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Penutup)
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (179kB) | Preview
[img] Text (Thesis Fulltext)
TESI UTUH.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pasaman, Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah pengembangan jagung yang cukup potensial di Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil rantai pasok jagung, nilai marjin pemasaran dan nilai tambah rantai pasok jagung di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap: Tahap pertama, mengetahui profil rantai pasok jagung di Kabupaten Pasaman; Tahap ke dua, mengetahui marjin pemasaran jagung di Kabupaten Pasaman; dan Tahap ke tiga, mengetahui nilai tambah pada masing-masing tingkatan rantai pasok jagung di Kabupaten Pasaman. Penelitian Tahap Pertama bertujuan untuk mengetahui profil rantai pasok jagung di Kabupaten Pasaman, menggunakan data sekunder. Metode yang digunakan berupa metode Survey melalui wawancara dan observasi ke lokasi penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa : 1) Karakteristik petani jagung di kabupaten Pasaman meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, 2) Karakteristik usaha tani petani jagung di kabupaten pasaman meliputi luas lahan, jenis lahan, frekuensi tanam per tahun, waktu panen dan harga jual jagung, 3) Budidaya jagung di wilayah Kabupaten Pasaman meliputi sarana produksi pertanian, panen dan pasca panen Analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif. Penelitian Tahap Kedua bertujuan untuk mengetahui marjin pemasaran jagung di Kabupaten Pasaman. Metode yang digunakan berupa metode Survey melalui wawancara dan observasi ke lokasi penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa : 1) Biaya pemasaran terdiri atas biaya tenaga angkut, tenaga timbang, transportasi, gudang, pengeringan, penyusutan, sortasi dan grading, informasi harga, pembiayaan, dan resiko, 2) Harga penjualan jagung disetiap tingkatan rantai pasok, 3) Harga pembelian jagung disetiap lembaga pemasaran yang terlibat. Penelitian Tahap Ketiga bertujuan untuk mengetahui nilai tambah pada masing-masing tingkatan rantai pasok jagung di Kabupaten Pasaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa : 1) Output pada setiap tingkatan rantai pasok dan bahan baku, 2) Harga out put, upah rata-rata, dan harga bahan baku, 3) Sumbangan input lain berupa biaya processing, penanggungan resiko, transportasi, informasi pasar, penyusutan, biaya tidak terduga, pajak dan administrasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kondisi rantai pasok jagung di Kab. Pasaman saat ini belum berjalan dengan baik disebabkan karena : a. Sasaran pasar memiliki target yang jelas namun terdapat permasalahan dalam optimalisasi sasaran rantai pasok, yaitu petani tidak ditunjang dengan pengetahuan mengenai kualitas jagung yang baik, b. Penerapan manajemen dan jaringan dalam rantai pasok belum berjalan dengan baik, salah satunya dapat dilihat kesepakatan kontraktual antar lembaga pemasaran tanpa perjanjian tertulis. Kesepakatan tidak tertulis menimbulkan kesulitan dalam hal memprediksi jumlah jagung yang harus dijual kepada peternak ayam petelur sedangkan peternak memiliki aturan yang harus ditaati, c. Selain itu, dukungan pemerintah sebelumnya hanya fokus pada sarana fisik pada subsitem hilir, akibatnya pengawasan pada pemasaran jagung tidak diperhatikan, d. Sedangkan, pada sumberdaya rantai pasok ditemukan fakta bahwa modal masih menjadi kendala bagi pedagang pengumpul padahal keduanya merupakan anggota yang berhubungan langsung dengan petani, e. Proses bisnis rantai pasok terkendala karena pada aliran produk jagung dari petani hingga PB belum terintegrasi dengan baik, belum ada siklus yang pasti sehingga waktu pengiriman ataupun kuota yang dikirim tidak bisa diprediksi dengan baik, f. Aliran informasi pada rantai pasok jagung memiliki kelemahan yaitu informasi ketersediaan jagung tidak terprediksi di tingkat pedagang pengumpul sehingga terjadi kesalahan informasi yang didapatkan pedagang besar, akibatnya terjadi fluktuasi harga di tingkat PP dan petani. 2) Analisis Marjin Pemasaran menunjukkan bahwa di Kabupaten Pasaman terdapat terdapat 3 (tiga) saluran pemasaran jagung, marjin pemasaran pada saluran pemasaran I memiliki marjin pemasaran terbesar dan tidak efisien karena memiliki saluran atau rantai terpanjang sehingga merugikan bagi petani, sedangkan pada saluran pemasaran II dan III diperoleh marjin pemasaran yang sama dan paling tinggi, tetapi yang paling efisien adalah saluran pemasaran II karena memiliki biaya pemasaran terkecil dan keuntungan yang terbesar dari ketiga saluran pemasaran tersebut, sehingga saluran pemasaran II memberikan keuntungan terbesar bagi petani. 3) Analisis nilai tambah menunjukan bahwa aktivitas yang dilakukan petani dapat memberikan nilai tambah lebih besar dibandingkan anggota rantai pasok lainnya, maka anggota rantai pasok lain harus melakukan aktifitas-aktifitas pemasaran dengan lebih efisien.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof.Dr.Ir.H. James Hellyward, MS
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: s2 ilmu ternak
Date Deposited: 31 Jul 2017 10:44
Last Modified: 31 Jul 2017 10:44
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/28825

Actions (login required)

View Item View Item