PERBEDAAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG KELAPA SAWIT DENGAN PENGGORENGAN BERULANG DARI KEMASAN BERMEREK DAN TIDAK BERMEREK

Aisya, Gustiana (2017) PERBEDAAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG KELAPA SAWIT DENGAN PENGGORENGAN BERULANG DARI KEMASAN BERMEREK DAN TIDAK BERMEREK. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
abstrak.pdf - Published Version

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1 (Pendahuluan))
BAB 1 (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 7 (Penutup))
BAB 7 (Penutup).pdf - Published Version

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (147kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Fulltext)
SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Minyak goreng kelapa sawit biasa digunakan untuk menggoreng bahan pangan. Masyarakat memiliki kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang untuk menghemat pengeluaran. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai reaksi yang dapat menurunkan kualitas minyak dan peningkatan bilangan peroksida tanda terjadinya kerusakan minyak. Konsumsi minyak goreng dengan kadar peroksida tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bilangan peroksida minyak goreng kelapa sawit dengan penggorengan berulang dari kemasan bermerek dan tidak bermerek. Sampel yang digunakan berupa 15 minyak kemasan bermerek dan 15 minyak tidak bermerek yang didapatkan dari pasar tradisional dan modern di kota Padang digunakan untuk menggoreng bakwan dengan empat kali pengulangan berjarak 24 jam. Penelitian analitik ini dilakukan dari Januari 2017 hingga Maret 2017 di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Pengujian bilangan peroksida dengan uji titrasi. Data dianalisis dengan One-Way Anova dan uji t-independent. Rata-rata bilangan peroksida minyak goreng kemasan bermerek sebelum dilakukan penggorengan sebesar 1,49 MeqO2/kg, pada penggorengan ke 1, 2, 3 dan 4 masing-masing 8,38, 10,52, 16,03 dan 20,12 MeqO2/kg. Nilai rata-rata bilangan peroksida minyak goreng kemasan tidak bermerek pada penggorengan ke 0, 1, 2, 3 dan 4 berturut-turut sebesar 8,97, 13,81, 17,83, 23,29 dan 27,37 MeqO2/kg. Hasil analisis data One way Anova menunjukkan perbedaan bilangan peroksida yang signifikan antara penggorengan ke-0, 1, 2, 3 dan 4 baik pada minyak goreng kemasan bermerek maupun kemasan tidak bermerek dengan nilai p<0,001 (p<0.05). Berdasarkan uji t-independent terdapat perbedaan bilangan peroksida pada kelompok penggorengan yang sama antara minyak kemasan bermerek dan tidak bermerek dengan nilai p<0.001 (p<0.05). Berdasarkan standar SNI 3741 (bilangan peroksida maks.10 MeqO2/kg), minyak goreng kemasan bermerek dapat digunakan maksimal hingga dua kali sedangkan minyak goreng kemasan tidak bermerek maksimal satu kali pemakaian. Kata kunci: minyak goreng, bilangan peroksida, penggorengan berulang

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: dr. Husnil Kadri, M.Kes
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: s1 pendidikan kedokteran
Date Deposited: 17 Apr 2017 02:27
Last Modified: 17 Apr 2017 03:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/23949

Actions (login required)

View Item View Item