DAYA FERTIL DAN PERIODE FERTIL SPERMATOZOA PADA LIMA FENOTIP AYAM KOKOK BALENGGEK (AKB) PASCA INSEMINASI BUATAN (IB)

Sri Wahyuni, Raziah (2023) DAYA FERTIL DAN PERIODE FERTIL SPERMATOZOA PADA LIMA FENOTIP AYAM KOKOK BALENGGEK (AKB) PASCA INSEMINASI BUATAN (IB). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
cover & abstrak.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (122kB)
[img] Text (BAB V)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (54kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (187kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI raziah sri wahyuni(1)-1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya fertil dan periode fertil spermatozoa pada lima fenotip Ayam Kokok Balenggek (AKB) pasca inseminasi buatan: Biriang, Jalak, Kinantan, Kuriak, dan Taduang. Sebanyak 10 AKB Jantan berumur 1,5-1,8 tahun digunakan dalam penelitian ini (2 individu untuk setiap fenotipe). Kualitas spermatozoa dievaluasi segera setelah semen dikumpulkan. Parameter yang diukur meliputi volume semen, pH semen, warna semen, konsistensi semen, pergerakan massa spermatozoa, motilitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, viabilitas spermatozoa, dan abnormalitas spermatozoa. Daya fertil dan periode fertil dievaluasi dengan menginseminasi spermatozoa pada 25 AKB betina. Setelah dievaluasi, spermatozoa diencerkan menggunakan larutan Ringer Laktat dengan konsentrasi 100×10⁶/0,5 ml dan diinseminasi hanya sekali. Telur dikoleksi dua hari setelah inseminasi dan diamati perkembangan embrionya menggunakan candling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata volume semen, motilitas, konsentrasi, dan viabilitas spermatozoa tertinggi terdapat pada fenotipe Kinantan; 0,51 ml, 86%, 4177,6×10⁶ sel/ejakulasi, dan 94,13%. Fertilitas total fenotipe spermatozoa Kinantan lebih tinggi yaitu 50% (P<0,01). Masa subur tertinggi juga terdapat pada fenotipe Kinantan yaitu tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenotipe Kinantan memiliki kualitas semen (volume, motilitas, konsentrasi, dan viabilitas) semen yang lebih baik, fertilitas, dan masa subur dibandingkan fenotipe AKB lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Ir. H. Jaswandi, M.S
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan
Depositing User: S1 peternakan peternakan
Date Deposited: 04 Sep 2023 08:13
Last Modified: 04 Sep 2023 08:13
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/212107

Actions (login required)

View Item View Item