UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP HISTOLOGI HATI TIKUS PUTIH JANTAN

Fahira, Annisa Fitri (2023) UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP HISTOLOGI HATI TIKUS PUTIH JANTAN. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover dan Abstrak_Fahira Annisa Fitri_1911013014.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (849kB) | Request a copy
[img] Text
2. BAB 1 Pendahuluan_Fahira Annisa Fitri_1911013014.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (787kB) | Request a copy
[img] Text
3. BAB 5 Kesimpulan dan Saran_Fahira Annisa Fitri_1911013014.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (661kB) | Request a copy
[img] Text
4. Daftar Pustaka_Fahira Annisa Fitri_1911013014.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (793kB) | Request a copy
[img] Text
5. Skripsi Fulltext_Fahira Annisa Fitri_1911013014.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Buah mengkudu merupakan tanaman yang populer digunakan sebagai obat herbal di Indonesia karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, salah satunya sebagai imunostimulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan buah mengkudu dengan melakukan uji toksisitas subakut ekstrak etanol buah mengkudu terhadap histologi organ hati. Sebanyak 36 ekor tikus putih jantan digunakan sebagai hewan uji dan dibagi ke dalam 4 kelompok: 1 kelompok kontrol, dan 3 kelompok uji yang diberi ekstrak etanol buah mengkudu dengan dosis 500, 1000, dan 3000 mg/kgbb selama 7, 14, dan 21 hari. Pada hari ke-8, 15, dan 22 hewan dikorbankan kemudian diambil organ hatinya untuk dilakukan pengamatan pengaruh variasi dosis dan lama pemberian terhadap histologi hati dan nilai rasio organ hati. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisa menunjukkan bahwa variasi dosis dan lama pemberian memberikan pengaruh signifikan terhadap skor kerusakan histologi hati dan nilai rasio organ hati (p<0,05). Hasil uji lanjut Duncan skor kerusakan histologi hati menunjukkan perbedaan bermakna kelompok dosis 3000 mg/kgbb dengan kontrol, dan kelompok dosis 1000 mg/kgbb dengan kontrol, serta terdapat perbedaan bermakna pemberian sediaan uji selama 21 hari dengan pemberian selama 7 dan 14 hari. Hasil uji lanjut Duncan nilai rasio organ hati menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok dosis 500, 1000, dan 3000 mg/kgbb dengan kelompok kontrol, serta terdapat perbedaan bermakna antara pemberian selama 7, 14, dan 21 hari. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah mengkudu menimbulkan efek toksik berupa kerusakan pada histologi hati setelah pemberian dosis tinggi dalam jangka panjang, namun masih relatif aman untuk pemberian dosis rendah hingga 14 hari.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M. Si
Uncontrolled Keywords: Ekstrak etanol buah mengkudu, toksisitas subakut, histologi, hati
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Farmasi
Depositing User: s1 Fakultas Farmasi
Date Deposited: 04 Sep 2023 01:36
Last Modified: 04 Sep 2023 01:36
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/210433

Actions (login required)

View Item View Item