Penentuan Profil Metabolit Sekunder, Kandungan Fenolik Total, Aktivitas Antibakteri dan Antijamur Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) dari Daerah Bengkulu dan Pariaman

Fischa, Alfia Wulandari (2023) Penentuan Profil Metabolit Sekunder, Kandungan Fenolik Total, Aktivitas Antibakteri dan Antijamur Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) dari Daerah Bengkulu dan Pariaman. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (95kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I_FAW.pdf - Published Version

Download (37kB)
[img] Text (Bab V Penutup)
BAB V_FAW.pdf - Published Version

Download (27kB)
[img] Text (DAPUS)
DAPUS_FAW.pdf - Published Version

Download (215kB)
[img] Text (Fulltext skripsi)
Skripsi_Fischa Alfia Wulandari 1910412044_.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Masyarakat Indonesia sejak dahulu telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat untuk mengobati masalah kesehatan. Salah satu tumbuhan obat yang banyak tumbuh di Indonesia dan dimanfaatkan oleh masyarakat adalah tumbuhan Sungkai (Peronema canescens Jack). Tumbuhan Sungkai ini tersebar di Pulau Sumatera termasuk daerah Bengkulu dan Pariaman. Penelitian ini menggunakan ekstrak metanol, etil asetat, dan heksana daun sungkai yang tumbuh di daerah Bengkulu dan Pariaman untuk dilakukan uji profil fitokimia, kandungan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, dan penentuan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, serta antijamur Candida albicans menggunakan metode difusi sumur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sungkai mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, terpenoid, steroid, dan alkaloid. Ekstrak metanol daun sungkai asal Bengkulu dan Pariaman memiliki kandungan fenolik total tertinggi masing-masing sebesar 175,3671 mg GAE/g sampel dan 227,7021 mg GAE/g sampel. Pada pengujian aktivitas antibakteri, ekstrak etil asetat daun sungkai dari daerah Bengkulu dan Pariaman menghasilkan zona hambat terbesar yang berkriteria sedang sebesar 5.22 mm dan 6.38 mm terhadap bakteri Escherichia coli serta pada bakteri Staphylococcus aureus diperoleh zona hambat sebesar 7.13 mm dan 6.08 mm. Aktivitas antijamur menunjukkan zona hambat terbesar pada ekstrak etil asetat daun sungkai dari daerah Bengkulu dan Pariaman sebesar 5,22 mm dan 6,40 mm yang berkriteria sedang. Kata Kunci: Tumbuhan sungkai, fenolik, antibakteri, antijamur, difusi sumur.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Drs. Norman Ferdinal, M. Si Dr. Suryati, M. Si
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QR Microbiology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: s1 kimia kimia
Date Deposited: 22 Aug 2023 07:04
Last Modified: 22 Aug 2023 07:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/210406

Actions (login required)

View Item View Item