PENGARUH AEROSOL OPTICAL DEPTH (AOD) TERHADAP INTENSITAS SAMBARAN PETIR DI PULAU JAWA

Ahmad, Rizqy Shubri (2023) PENGARUH AEROSOL OPTICAL DEPTH (AOD) TERHADAP INTENSITAS SAMBARAN PETIR DI PULAU JAWA. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (151kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (102kB)
[img] Text (BAB 5 Kesimpulan dan Saran)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (26kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (169kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Tugas Akhir Ilmiah utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh aerosol dan faktor termodinamika atmosfer terhadap petir di Pulau Jawa menggunakan data pengamatan dari Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) selama 16 tahun (1998 - 2013). Data aerosol diperoleh dari The Modern Era Retrospective Analysis for Research and Applications versi 2 (MERRA-2), data Convective Available Potential Energy (CAPE) dan suhu potensial diambil dari data ECMWF Reanalysis 5-th Generation (ERA5). Intensitas sambaran petir di bagian barat Pulau Jawa seperti Jakarta dan Banten sekitar > 80 sambaran/ km2 tahun, lebih tinggi dari pada bagian timur, yang bersesuaian dengan pola distribusi aerosol terutama aerosol sulfat, aram laut dan karbon hitam. Aerosol garam laut memiliki hubungan yang berbanding terbalik dengan petir, karena aerosol ini berukuran besar maka cenderung menghambat konveksi. Secara umum, peningkatan CAPE dan suhu potensial akan meningkatkan intensitas petir, tetapi ketika nilai CAPE sangat tinggi intensitas petir akan menurun seperti yang diamati di Jakarta. Hal yang sama juga terjadi pada suhu potensial dimana dataran tinggi yang memiliki suhu potensial tinggi, intensitas petir akan menurun. CAPE dan suhu potensial menunjukkan waktu puncak yang sama dengan intensitas petir, yaitu pada musim hujan (Desember-Januari-Februari) sedangkan puncak AOD muncul lebih awal yaitu pada masa pancaroba (September-Oktober-November. Namun, AOD menunjukkan pola waktu yang sama, dimana waktu puncak yang berbeda dan beriringan. Nilai maksimum AOD garam laut teramati pada musim kemarau (Juni-Juli-Agustus) ketika jumlah petir minimal. Perbedaan puncak ini terlihat jelas pada kawasan barat Pulau Jawa dengan nilai AOD yang besar (AOD total terukur antara 0,34 sampai 0,38).

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Mutya Vonnisa, M.Sc
Uncontrolled Keywords: AOD, CAPE, petir, Pulau Jawa dan suhu potensial
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Depositing User: s1 fisika fisika
Date Deposited: 25 Jul 2023 08:12
Last Modified: 25 Jul 2023 08:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/209345

Actions (login required)

View Item View Item