PENGARUH PENGGUNAAN BUNGKIL INTI SAWIT YANG DIFERMENTASI DENGAN PROBIO-7 DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH

MUTIARA, LORENZA (2023) PENGARUH PENGGUNAAN BUNGKIL INTI SAWIT YANG DIFERMENTASI DENGAN PROBIO-7 DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (135kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1(5).pdf - Published Version

Download (336kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB V(2).pdf - Published Version

Download (114kB)
[img] Text (FULL SKRIPSI)
full skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan batasan level optimal penggunaan bungkil inti sawit (BIS) yang difermentasi dengan mikroorganisme dalam Probio-7 dalam ransum dan pengaruhnya terhadap kualitas telur puyuh. Penelitian ini menggunakan 200 ekor puyuh umur 17 minggu dengan produksi telur 60%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum perlakuan yang diberikan mengandung bungkil inti sawit fermentasi dengan Probio-7 (BISF) serta pemberiannya dapat mengurangi penggunaan jagung dan bungkil kedelai, perlakuan yang diberikan adalah A = 0% BISF (0% dalam ransum); B = 15% BISF dalam ransum; C = 20% BISF dalam ransum; D = 25% BISF dalam ransum dan perlakuan E = 30% BISF dalam ransum. Ransum disusun iso protein 20% dan iso energi 2800 Kkal/kg. Parameter yang diukur adalah kolesterol kuning telur (mg/100g), lemak kuning telur (%) dan warna kuning telur. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan BISF dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol kuning telur puyuh, dan berpengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap lemak kuning telur, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap warna kuning telur puyuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan BISF dapat digunakan sampai level 30% dalam ransum, dapat menurunkan kadar kolesterol dan lemak kuning telur serta dapat mempertahankan warna kuning telur puyuh. Pada kondisi ini diperoleh lemak kuning telur 28,51%, kolesterol kuning telur 627,32 mg/100g, dan warna kuning telur 4,75.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Ir. Nuraini, MS Dr. Mohammad Ikhsan Rias, SE, M.Si
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan
Depositing User: S1 peternakan peternakan
Date Deposited: 20 Jul 2023 06:56
Last Modified: 20 Jul 2023 06:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/208380

Actions (login required)

View Item View Item