Hutan dan Orangutan bagi Masyarakat Sekonyer (Studi Etnografi pada Masyarakat Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah)

Ihsan, Azanul (2023) Hutan dan Orangutan bagi Masyarakat Sekonyer (Studi Etnografi pada Masyarakat Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (513kB)
[img] Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (238kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (265kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Azanul Ihsan, BP 1810822020, berjudul “Hutan dan Orangutan Bagi Masyarakat Sekonyer (Studi Etnografi pada Masyarakat Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat , Provinsi Kalimantan Tengah). Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Padang, 2023. Pembimbing I: Fajri Rahman, MA, Pembimbing II : Dr. Syahrizal, M.Si. Orangutan sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis hewan langka yang terdapat di hutan Kalimantan. Selain itu orangutan juga merupakan salah satu dari sekian banyak hewan yang dilindungi di pulau Kalimantan.tingkat angka deforestasi Indonesia pada tahun 2000-2005 sebanyak 1,8 juta hektar/tahun. Dengan terjadinya degradasi hutan tersebut, tentu berdampak pada menurunnya populasi flora dan fauna di dalamnya. Beberapa hewan dan tumbuhan mulai menjadi langka dan terancam punah. Persoalan ini mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah dan pengamat luar negeri. Salah satu agenda pemerintah dalam upaya mencoba mengatasi persoalan tersebut adalah dengan membuat beberapa daerah konservasi yang terbagi atas beberapa tempat di Pulau Kalimantan. Pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat akan digunakan dalam upaya untuk selalu menjaga keseimbangan dan melindungi alam. Aturan dan norma tersebut dapat diperoleh dari aturan dan pengetahuan yang dimiliki dan dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari kelompok masyarakat itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi, dengan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, studi kepustakaan. Sedangkan untuk pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sekonyer memiliki pemahaman yang baik mengenai keberadaan orangutan di sekitar mereka. Pengetahuan penyebaran,ciri ciri, dan pantangan dalam bentuk menjaga satwa orangutan sampai saat ini masih diterapkan. Perlakuan masyarakat desa Sekonyer yang memanfaatkan hutan secara berlebihan karena keterbatasan mata pencaharian sudah tidak dilakukan seiring perkembangan pengethahuan dari berbagai lembaga konservasi. Alih fungsi lahan di sekitaran Desa Sekonyer juga menjadi peralihan mata pencaharian bagi masyarakat Sekonyer. Perkembangan pengetahuan dan edukasi lembaga konservasi membuat mereka sadar akan keberadan mereka sebagai masyarakat penyangga dan ikut berpartisipasi dalam menjaga hutan sebagai habitat orangutan berada. Kata Kunci: Orangutan, Deforestasi, Pengetahuan lokal

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Depositing User: s1 antropologi sosial
Date Deposited: 18 Jul 2023 08:10
Last Modified: 18 Jul 2023 08:10
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/207518

Actions (login required)

View Item View Item