EKSTRAK DAUN LENGKUAS (Alpinia galanga) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA LUNAK DALAM MEDIUM HCl

NUR, AINUN (2023) EKSTRAK DAUN LENGKUAS (Alpinia galanga) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA LUNAK DALAM MEDIUM HCl. Diploma thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER.pdf - Published Version

Download (247kB)
[img] Text (Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (143kB)
[img] Text (Penutup)
BAB V.pdf - Published Version

Download (80kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAPUS.pdf - Published Version

Download (416kB)
[img] Text (Skripsi)
FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract

Inhibitor korosi dari bahan alam semakin diminati sebagai alternatif inhibitor korosi yang ramah lingkungan dan ekonomis. Daun lengkuas (Alpinia galanga) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, flavonoid, saponin, alkaloid, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai inhibitor korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan ekstrak daun lengkuas sebagai inhibitor korosi pada baja lunak dalam medium HCl 1 M. Daun lengkuas diekstraksi dengan pelarut metanol kemudian diuji menggunakan metode kehilangan berat (weight loss), spektrofotometri serapan atom, analisis gugus fungsi dengan FTIR, spektrofotometri UV-Vis, analisis permukaan dan analisis sudut kontak. Pengukuran dengan metode kehilangan berat menunjukkan bahwa laju korosi menurun dan efisiensi inhibisi meningkat dengan peningkatan konsentrasi ekstrak daun lengkuas dalam medium HCl 1 M. Efisiensi inhibisi dari ekstrak daun lengkuas tertinggi sebesar 93,64% pada penambahan konsentrasi ekstrak daun lengkuas 8 g/L dengan perendaman selama 7 jam pada suhu 30°C. Adsorpsi ekstrak daun lengkuas mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Kadar besi yang terlarut dalam medium HCl didapatkan menurun seiring dengan meningkatnya penambahan konsentrasi ekstrak daun lengkuas pada pengukuran dengan metode SSA. Hasil perhitungan termodinamika menunjukkan bahwa adsorpsi ekstrak daun lengkuas terjadi secara spontan dan termasuk adsorpsi campuran namun lebih cenderung ke adsorpsi fisika. Analisis FTIR dan UV-Vis menunjukkan adanya interaksi antara ekstrak daun lengkuas dengan permukaan baja. Analisis permukaan dengan mikroskop optik memperlihatkan permukaan baja yang lebih sedikit mengalami proses korosi dengan adanya penambahan ekstrak daun lengkuas. Pengukuran sudut kontak tetesan air menunjukkan permukaan baja yang bersifat hidrofobik yang menandakan telah terbentuknya lapisan pelindung yang dapat mengurangi kontak langsung antara permukaan baja dengan lingkungan korosif. Kata Kunci: Alpinia galanga, Inhibitor Korosi, Kehilangan Berat, HCl, Sudut Kontak

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Yeni Stiadi, MS Prof. Dr. Emriadi, MS
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: s1 kimia kimia
Date Deposited: 18 Jul 2023 03:04
Last Modified: 18 Jul 2023 03:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/207330

Actions (login required)

View Item View Item