Aktivitas Penyembuhan Luka dan Autentikasi Minyak Atsiri Temu Putih dengan Kombinasi Spektroskopi FTIR Dan Kemometrik

Ghada, Nabila Gari Lindo (2023) Aktivitas Penyembuhan Luka dan Autentikasi Minyak Atsiri Temu Putih dengan Kombinasi Spektroskopi FTIR Dan Kemometrik. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover_Dan_Abstrak.pdf - Published Version

Download (361kB)
[img] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (294kB)
[img] Text (BAB V)
3. BAB V.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
4. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img] Text (Skripsi)
Ghada Nabila Gari Lindo_1911011003_Surat Keterangan Tidak Upload Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (149kB)

Abstract

Temu putih digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Temu putih ini mengandung minyak atsiri yang memiliki banyak aktivitas biologi seperti antiinflamasi dan penyembuhan luka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka minyak atsiri temu putih (WTEO), serta mengembangkan metode analisis untuk autentikasi WTEO dari campuran minyak sayur, yaitu minyak sawit (PO), minyak kelapa (VCO), dan minyak kedelai (SO). Minyak atsiri temu putih diekstraksi dengan metode distilasi air. Analisis minyak atsiri dilakukan menggunakan metode spektroskopi FTIR yang dikombinasikan dengan analisis kemometrik. Sampel minyak dipindai di wilayah MIR pada bilangan gelombang 4000–650 cm-.Untuk aktivitas penyembuhan luka dilakukan secara in vitro menggunakan uji proliferasi dan migrasi sel fibroblas. Data dianalisis dengan ANOVA (Analysis ofVariance) satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh rendemen minyak 0,103% v/b dengan karakteristik beraroma khas yang menyengat dan berwarna ungu tua kehitaman, bobot jenis 0,97 g/ml,indeks bias 1,52, dan rotasi optik +14,99°. Analisis diskriminan berhasil mengklasifikasikan WTEO dalam PO, VCO, dan SO dengan tingkat akurasi100% tanpa adanya kesalahan klasifikasi pada bilangan gelombang 4000–650 cm-1.Regresi PLS terbaik untuk mengukur kadar PO, VCO, dan SO di dalam WTEOadalah pada bilangan gelombang 2100-650 cm-1, 1400-1050 cm-1, dan 4000-1100cm-1. Sehingga, kombinasi FTIR dan kemometrik berhasil digunakan untuk autentikasi minyak atsiri temu putih dalam minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak kedelai. Pada aktivitas penyembuhan luka berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA satu arah menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu inkubasi berpengaruh nyata (p < 0.05). Hal ini berarti ada perbedaan proliferasi sel dan migrasi sel di berbagai konsentrasi. Dimana pada konsentrasi 1 μg/ml ditemukan persentase proliferasi tertinggi, sedangkan untuk hasil uji migrasi sel fibroblas menunjukan bahwa pada WTEO konsentrasi 0,1 μg/ml menunjukkan persentase migrasi yang lebih tinggi dan waktu penutupan luka terbaik yaitu setelah waktu inkubasi 48 jam. Kata kunci: Temu putih, minyak atsiri, FTIR, kemometrik, autentikasi, penyembuhan luka

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. (Nat. Prod. Chem.) Yohannes Alen, MSc
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi
Depositing User: s1 Fakultas Farmasi
Date Deposited: 02 May 2023 07:41
Last Modified: 02 May 2023 07:41
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/202641

Actions (login required)

View Item View Item