DURABILITAS ASPAL PORUS TERHADAP AIR LAUT DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF KARET GONDORUKEM PADA CAMPURAN

DANIL, ANDIPRATAMA (2016) DURABILITAS ASPAL PORUS TERHADAP AIR LAUT DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF KARET GONDORUKEM PADA CAMPURAN. Diploma thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.

[img]
Preview
Text (abstrak)
3. ABSTRAK (WATERMARK).pdf - Published Version

Download (47kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab 1)
7. BAB I (WATERMARK).pdf - Published Version

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab 6)
12. BAB VI (WATERMARK).pdf - Published Version

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text (daftar pustaka)
13. KEPUSTAKAAN (WATERMARK).pdf - Published Version

Download (246kB) | Preview
[img] Text (skripsi full text)
DANIL ANDI PRATAMA 1210922067.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah pesisir dengan pantai yang panjang, termasuk Sumatera Barat. Terkait dengan hal itu, untuk pembuatan jalan di daerah pantai harus mendapatkan perlakuan khusus karena dapat dipengaruhi oleh kadar garam air laut yang dapat mengurangi kualitas jalan. Untuk mendapatkan mutu aspal yang tinggi harus di campur dengan bahan tambah yang bermaksud meningkatkan penetrasi, kekentalan, dan titik lembek. Salah satu bahan tambah yang dapat digunakan dalam campuran aspal adalah karet Gondorukem. Dimana penelitian sebelumnya hanya meneliti perkerasan campuran aspal porus dengan penambahan karet gondorukem dan penentuan kadar aspal optimum. Penelitian ini berfungsi untuk melihat durabilitas aspal modifikasi dengan menambahkan karet gondorukem pada campuran aspal porus terhadap air laut. Perendaman dilakukan dengan variasi waktu 0, 1, 3, 7, dan 14 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa air laut dan karet Gondorukem sangat mempengaruhi campuran aspal porus, dilihat dari nilai Marshallnya. Nilai stabilitas dengan penambahan aditif paling tinggi didapat pada perendaman ½ jam (0 hari) yaitu sebesar 666.473 kg, sedangkan tanpa penambahan aditif stabilitas tertinggi juga didapatkan pada perendaman ½ jam (0 hari) yaitu sebesar 563.193 kg, kemudian seiring lamanya perendaman nilai stabilitas mengalami penurunan. Nilai kelelehan terendah pada campuran dengan penambahan aditif terdapat pada perendaman ½ jam (0 hari) hari yaitu sebesar 3.550 mm, sedangkan nilai kelelehan terendah tanpa aditif yaitu 5.200 mm pada perendaman ½ jam (0 hari), nilai kelelehan meningkat siring lamanya perendaman. Nilai Marshall Quotient yang merupakan ratio antara stabilitas dengan kelelehan juga mengalami penurunan seiring lamanya waktu perendaman, namun nilai MQ tertinggi didapatkan pada perendaman ½ jam (0 hari) dengan nilai 190.443 kg/mm. Pada Indeks Durabilitas nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) mengalami penurunan berdasarkan waktu perendaman yaitu sebesar 2.34%, 4.33%, 9.95%, 24.64%, nilai ini secara keseluruhan menerangkan bahwa benda uji mengalami penurunan kekuatan terhadap durasi perendaman. Pada Indeks Durabilitas Pertama (IDP) didapatkan nilai 0.29%, ini menyatakan bahwa benda uji mengalami penurunan nilai stabilitas sebesar 0.29% terhadap durasi perendaman. Untuk nilai Indeks Durabilitas Kedua (IDK) didapatkan nilai IDK sebesar 20,56% ini juga menunjukkan IDK juga mengalami penurunan kekuatan sebesar 20,56%. Kata Kunci : Durabilitas, Aspal porus, Karet Gondorukem, Aspal

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Sipil
Depositing User: s1 Teknik Sipil
Date Deposited: 28 Oct 2016 01:59
Last Modified: 28 Oct 2016 01:59
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/18330

Actions (login required)

View Item View Item