HUBUNGAN AWITAN PREEKLAMSIA BERAT DENGAN PERTUMBUHAN JANIN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG MULAI 1 JANUARI 2014

Maya, Fathurrahmi (2016) HUBUNGAN AWITAN PREEKLAMSIA BERAT DENGAN PERTUMBUHAN JANIN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG MULAI 1 JANUARI 2014. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf - Published Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (205kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full text)
Skripsi Maya Full upload.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Preeklamsia adalah suatu penyakit dengan angka morbiditas dan mortilitas yang tinggi. Terdapat dua jenis preklamsia berdasarkan awitannya yaitu, preeklamsia berat awitan dini (<34 minggu) dan awitan lanjut (≥ 34 minggu). Preeklamsia merupakan gangguan multisistem yang akan mempengaruhi pertumbuhan janin intrauterin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan awitan preeklamsia berat dengan pertumbuhan janin di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Januari – Oktober 2016 menggunakan data sekunder yang diambil di sub bagian rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 68 pasien preeklamsia berat yang diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Exact Fisher. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preeklamsia berat lebih banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paling banyak adalah multigravida. Kejadian preeklamsia berat awitan lanjut lebih banyak dibanding awitan dini. Pertumbuhan janin terhambat lebih banyak terjadi pada preeklamsia berat awitan dini (11,5%) dibanding awitan lanjut (2,4%). Preeklamsia berat awitan dini 5,35 kali lebih berisiko untuk mengalami pertumbuhan janin terhambat dibanding preeklamsia berat awitan lanjut. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,152 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pertumbuhan janin pada preeklamsia berat awitan dini dan awitan lanjut, tetapi uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara awitan preeklamsia berat dengan pertumbuhan janin. Kata kunci: awitan preeklamsia berat, awitan dini, awitan lambat, pertumbuhan janin

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: s1 pendidikan kedokteran
Date Deposited: 05 Oct 2016 06:54
Last Modified: 05 Oct 2016 06:54
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/17183

Actions (login required)

View Item View Item