MODEL STRUKTUR PENGUKURAN KINERJA MANUFAKTUR BERKELANJUTAN DI INDUSTRI KARET

Amesry, Yona (2015) MODEL STRUKTUR PENGUKURAN KINERJA MANUFAKTUR BERKELANJUTAN DI INDUSTRI KARET. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Universitas Andalas)
201510270736th_amesry yona.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya manusia untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem yang mendukung kehidupannya. Tujuan dari pembangunan berkelanjutan yaitu dapat memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan di masa depan. Hal ini menjadikan pembangunan berkelanjutan sering dikaitkan dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan salah satunya dengan mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan dan memiliki daya saing yang tinggi. Indonesia memiliki berbagai jenis industri manufaktur salah satunya adalah industri karet. Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Aktivitas industri karet mengakibatkan munculnya berbagai masalah yang akan mempengaruhi keberlanjutan dari perusahaan tersebut yang ditinjau dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Untuk mengevaluasi penerapan konsep manufaktur berkelanjutan di industri karet, maka diperlukan suatu model pengukuran kinerja manufaktur berkelanjutan di industri karet. Penelitian ini dimulai dengan melakukan studi literatur untuk mengidentifikasi indikator manufaktur berkelanjutan di industri karet. Selanjutnya indikator yang diperoleh disesuaikan dengan aktifitas produksi di industri karet dengan melakukan observasi langsung ke PT P&P Lembah Karet. Berdasarkan hasil studi literatur diidentifikasi sebanyak 17 indikator yang dapat digunakaan untuk mengukur kinerja menufaktur berkelanjutan di industri karet. Indikator tersebut terbagi ke dalam tiga kategori yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam merancang model adalah interpretive structural modeling (ISM), analytic network process (ANP), dan analytic hierarchy process (AHP). Data yang diolah merupakan hasil kuesioner yang diberikan kepada 10 orang responden yang merupakan karyawan PT P&P Lembah Karet. Berdasarkan hasil pengolahan dengan metode ISM, diperoleh sebuah model struktur indikator manufaktur berkelanjutan di industri karet. Model ini memperlihatkan hubungan keterkaitan antar indikator manufaktur berkelanjutan yang terbagi dalam empat level. Selanjutnya, hasil pengolahan ISM digunakan dalam merancang model jaringan ANP untuk menentukan bobot kepentingan masing-masing indikator. Berdasarkan hasil pengolahan dengan metode ANP diperoleh lima indikator yang memiliki bobot kepentingan yaitu konsumsi air, daur ulang limbah, biaya bahan baku, kepuasan konsumen, dan kualitas produk. Pengolahan selanjutnya yaitu dengan metode AHP, bertujuan untuk mengetahui bobot kepentingan dari indikator-indikator yang tidak memiliki bobot pada pengolahan ANP. Model pengukuran kinerja yang dirancang diharapkan dapat membantu perusahaan karet dalam meningkatkan kinerja manufaktur berkelanjutan dan daya saing. Kata Kunci : AHP, ANP, ISM

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Industri
Depositing User: Mr Iswadi S Nupin
Date Deposited: 29 Aug 2016 07:29
Last Modified: 29 Aug 2016 07:29
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/16066

Actions (login required)

View Item View Item