PENGGUNAAN EKSTRAK CINNAMONONI DARI CAMPURAN DAUN KAYU MANIS DENGAN DAUN DAN BUAH MENGKUDU SEBAGAI ANTHELMENTIK DAN ANTIBAKTERI PADA TERNAK AYAM BROILER

SuharTiti, SuharTiti (2016) PENGGUNAAN EKSTRAK CINNAMONONI DARI CAMPURAN DAUN KAYU MANIS DENGAN DAUN DAN BUAH MENGKUDU SEBAGAI ANTHELMENTIK DAN ANTIBAKTERI PADA TERNAK AYAM BROILER. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
3. Abstrak.pdf - Published Version

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
bab i.pdf - Published Version

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
bab v.pdf - Published Version

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (216kB) | Preview
[img] Text (SKRIPSI LENGKAP)
7. SKRIPSI Lengkap.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak cinnamononi hasil ekstraksi dari campuran daun kayu manis dengan daun dan buah mengkudu dengan perbandingan dua jenis komposisi bahan baku yang berbeda 1 : 2 : 1 dan 1 : 2 : 2 sebagai anthelmentik dan antibakteri. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam broiler umur 14 hari sebanyak 20 ekor yang dipelihara di lahan umbaran yang tercemar penyakit cacing Ascaridia galli dan bakteri patogen untuk menginfeksi ayam tersebut selama 14 hari sebelum perlakuan. Pada umur 28 hari ayam dikelompokkan dalam 5 kelompok berdasarkan waktu analisa sampel ekskreta. Perlakuan penambahan ekstrak cinnamononi diberikan pada ayam yang telah dianalisa sampel ekskretanya. Pemberian perlakuan ekstrak cinnamononi diberikan selama 14 hari dan setelah perlakuan dianalisa sampel ekskretanya kembali untuk melihat selisih hasil perhitungan sampel yang dianalisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kelompok, yaitu P1 (ransum konvensional yang mengandung antibiotik bacitrasin), P2 (ransum bebas antibiotik tanpa ekstrak cinnamononi), P3 (ransum bebas antibiotik + 250 mg ekstrak cinnamononi (1 : 2 : 1)/kg berat badan) dan P4 (ransum bebas antibiotik + 250 mg ekstrak cinnamononi (1 : 2 : 2)/kg berat badan). Peubah yang diamati adalah telur cacing Ascaridia galli, bakteri Escherichia coli dan total bakteri yang terdapat pada ekskreta ayam broiler. Hasil analisis ragam dengan uji kontras ortogonal menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan jumlah telur cacing Ascaridia galli, penurunan jumlah bakteri Escherichia coli dan penurunan total bakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak cinnamononi dapat menurunkan jumlah telur cacing Ascaridia galli, jumlah bakteri Escherichia coli dan total bakteri. Perbandingan komposisi bahan baku pembuatan ekstrak cinnamononi yang lebih baik adalah pada perbandingan komposisi 1 : 2 : 2 yang berturut-turut adalah penurunan TTGT 77,64%; penurunan jumlah bakteri Escherichia coli 60,54% dan penurunan total bakteri 58,83%. Kata kunci : Ayam Broiler, Ascaridia galli, Cinnamononi, Escherichia coli, Total Bakteri

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan
Depositing User: S1 Fakultas Peternakan
Date Deposited: 19 Sep 2016 07:19
Last Modified: 19 Sep 2016 07:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/14215

Actions (login required)

View Item View Item