MODEL PUZZLE BUDI SEBAGAI PENGAWAS MINUM ASI UNTUK PELAKSANAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

ENDANG, BUDIATI (2016) MODEL PUZZLE BUDI SEBAGAI PENGAWAS MINUM ASI UNTUK PELAKSANAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF. Doctoral thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK ENDANG BUDI.pdf - Published Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I)
BAB I Disertasi.pdf - Published Version

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab VII)
BAB VII Disertasi.pdf - Published Version

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
18.DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (341kB) | Preview
[img] Text (DISERTASI FULL)
FULL DISERTASI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

MODEL PUZZLE BUDI SEBAGAI PMA UNTUK PELAKSAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Endang Budiati Akibat tidak tercapainya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, setiap tahun 1-1,5 juta bayi meninggal , terjadi gizi buruk pada bawah lima tahun (balita) sebesar 5,7%, gizi kurang sebesar 13%, balita yang sangat pendek sebesar 18% dan balita pendek sebesar 19,2%.Hal ini terjadi karena pencapaian ASI eksklusif diseluruh dunia hanya 39 % pada tahun 2012. Tahun 2013 di Indonesia hanya 54,3 % ,19 provinsi pencapaiannya diatas angka Nasional, sedang 14 provinsi masih dibawah angka Nasional.Begitu juga di Provinsi Lampung pencapaiannya hanya 59,4% , bahkandi Kabupaten Pringsewu hanya 52,6%, masih dibawah angkatarget nasional sebesar 80 %. Upaya untuk mencapai pemberian ASI eksklusif telah dilaksanakan melalui penerapan berbagai kebijakan dan peraturan.Kebijakan yang ada hanya difokuskan pada dukungan petugas kesehatan menggunakan metode recall 24 jam yang kurang akurat karena hanya ditanyakan pemberian ASI saja selama 24 jam, sedang dukungan keluarga terdekat terutama suami belum ada metode yang tepat. Padahal kebijakan dan beberapa penelitian menyebutkan bahwa suami adalah faktor pendukung yang tepat sebagai Pengawas Minum ASI (PMA) dengan menggunakan Puzzle sebagai indikator keberhasilan dan berbasis media elektronika.Berdasarkan hal tersebut diatas, maka diperlukan adanya suatu metode pemantauan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif berupa ModelPuzzle BUDI sebagai PMA berbasisSMS Gateway dimana setiap hari diingatkan untuk perawatan payudara, IMD dan pemberian ASI. Setiap pelaksanaan pemberian ASI akan diproses menjadi aplikasi potongan puzzle sebanyak 180 keping dan akan membentuk suatu gambar lengkap apabila ibu menyusui melaksanakan pemberian ASI tanpa memberi makanan tambahan apapun selama 180 hari. Model ini digunakan oleh suami sebagai pelaksana PMA.Model ini murah karena hanya menggunakan Handphone yang sederhana dengan membayar SMS sekali sehari , mudah dilaksanakan karena akses rumah tangga terhadap penggguna handphone sebesar 84,3% dari jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan model Puzzle Budi sebagai PMA dapat meningkatkan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Pringsewu.Penelitian tahap I untuk analisa potensi dan masalah menggunakan metode penelitian kualitatif denganInforman utama suami ASI eksklsif dan bidan dengan Focus Group Discussion dan informan pendamping dr ahli dan pengambil kebijakan Dinas Kesehatan dengan Wawancara mendalam. Penelitian tahap II untuk pengembangan model dan modul menggunakan metode penelitian kualitatif dengan informan ahli menggunakan wawancara mendalam. Penelitian tahap III untuk penerapan model dengan menggunakan modul menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen.Desain penelitian pelatihan suami sebagai pelaksana PMA adalahPretes-Posttest Non Equivalent Control Group Design dengan sampel adalah suami yang beristri hamil trimester tiga diberi pretest dan posttest dengan daftar kompetensi PSP yang sama baik pada daerah intervensi maupun kontrol.Untuk pelatihan Model Puzzle Budi sebagai PMAdengan Desain penelitianPosttest Only Non Equivalent Control Group Designdan dilakukan pengamatan selama 66 hari, karena dengan 66 hari perilaku ibu menyusui sudah konsisten. xxvii Hasil yang didapatkan pertama adalah faktor yang mempengaruhi suami sebagai pelaksana PMA adalahPengetahuan(definisi ASI Ekslusif, Manfaat ASI Ekslusif, Keseriusan tidak ASI Ekslusif , dampak tidak ASI Ekslusif dan hambatan tidak ASI eksklusif, perawatan payudara,IMD) Sikap untuk mendukung ( perawatan payudara, IMD dan pemberian ASI Ekslusif) dan Perilaku(membantu ibu dalam melaksanakan perawatan payudara, mendampingi pelaksanaan IMD ,menginggatkan ibu untuk selalu memberikan ASI, melaporkan ke operator dan menempel puzzle).Kedua adanya instrumen berupa daftar kompetensi penilaian PSP suami sebagai pelaksana PMA .Ketiga adanya Model puzzle BUDI sebagai PMA berbasis SMS Gateway dan Modul pelatihan untuk suami sebagai pelaksana PMA.Keempat,denganmenggunakanUji t berpasangandiketahuibahwaperubahanpengetahuan, sikapdanperilaku yang terjadipadakelompokintervensinampaklebihbermakna.Setelahintervensi terjadi perubahanskorpengetahuanrespondenpadakelompokintervensi yaituresponden yang memilikipengetahuanrendahberubahmenjadiberpengetahuanbaik( p value=0,000).Sikapdanperilakupadakelompokintervensijugamenunjukanhasil yang lebihbermaknadibandingkankelompok control, dimanasetelahpelatihanberubahsikapmenjadimendukung PMA danberperilakumelaksanakantugassebagai PMA, sedangkanpadakelompok control tidaksemuanya ( p value= 0,000).Hasil dari penggunaan Puzzle Budi oleh suami sebagai PMA adalah sebanyak 95 % ibu menyusui Eksklusif dan 5 % tidak ekslusif pada kelompok intervensi, sedang pada kelompok kontrol 100% tidak ASI eksklusif. Kesimpulan penelitian ini adalah terbentuknya Model Puzzle BUDI sebagai PMA yang merupakan metode pemantauan pelaksanaan ASI Eksklusif berbasis SMS Gateway untuk suami sebagai pelaksana PMA dapat meningkatkan pelaksanakan pemberian ASI eksklusif Saran : Pemerintah sebaiknya membuat peraturan pemerintah tentang Model Puzzle BUDI sebagai PMA untuk pelaksanaan pemberian ASI ekskusif Kata kunci :ASI Eksklusif, Suami, Model Puzzle BUDI sebagai PMA xxviii ABSTRACT BUDI PUZZLE MODEL AS BREASTFEEDING MONITORING FOR CONDUCTING EXCLUSIVE BREASTFEEDING Endang Budiati Incomplete exclusive breastfeeding caused 1-1.5 million infants died annually, poor nutrition at 5.7% of children under five, 13% malnutrition, 18% of very short infant cases and 19.2% short infant cases. This was caused by exclusive breastfeeding coverage was only 39% in all over the world in 2012. Exclusive breastfeeding coverage was only 54.3% in Indonesia in 2013. 19 provinces in Indonesia obtained exclusive breastfeeding rate above of national rate, while 14 provinces were below national rate. Lampung province only obtained 59.4% of exclusive breastfeeding coverage, and Pringsewu district only obtained 52.6% of exclusive breastfeeding coverage below national target of 80%. Efforts to obtain exclusive breastfeeding coverage was conducted through applications of some policies and regulations. The existing policies only focus at health workers supports by using 24 hours recall method which is less accurate because it only questions mother about breastfeeding during 24 hours. Closest family member supports especially the husband is not yet a precise method. Meanwhile, policies and some researches suggests that the husband is the proper supporting factor to be exclusive breastfeeding overseer by using puzzle as a success indicator and it is based on electronic media. Therefore, a method of exclusive breastfeeding conduct monitoring in form of BUDI puzzle model as a breastfeeding monitoring based on SMS gateway is required, where every day mothers are reminded to breastfeed and each of breastfeed conduct will be processed into application of 180 puzzle pieces and this will form a complete picture when exclusive breastfeeding without any additional food is completed during 180 days. This model is used by the husband as a breastfeeding overseer. This model is inexpensive because it uses a simple hand phoneby using paid SMS daily and this easy to do because more than 121% of residences use hand phones. The objective of this research was to prove that BUDI puzzle model as a breastfeeding monitoring was able to improve exclusive breastfeeding in Pringsewu district.Stage I of the research stage I for analyzing potentials and problems used qualitative method. Data were collected with deep interviews tohusbands as main informants, midwifes xxix with Focus Group Discussion, doctors, and policy makers in Health Office as complementary informants. Stage II of the research developed model and module by using qualitative method by deep interviews with experts as informants.Stage IIIof the research applied the model by using module and this used quasi-experiment research method. The research design for husband training as the breastfeeding overseer was pretest-posttest nonequivalent control group design. Samples were husbands whose spouses had third trimester pregnancies and they were given pretest and posttest containing of competence list of KAB (knowledge, attitude, and behavior) both for intervention and control groups. BUDI puzzle model training for breastfeeding overseer was conducted with posttest only nonequivalent control group design and observation was made for 66 days, because in 66 days the behavior of breastfeeding mothers had been consistent. The results showed that, first, factors which influenced husbands as breastfeeding overseer were knowledge (exclusive breastfeeding definition, exclusive breastfeeding benefits, seriousness in exclusive breastfeeding, effects of exclusive breastfeeding, exclusive breastfeeding obstacles, breast care maintenance, early breastfeeding initiation), supportive attitude (breast care maintenance, early breastfeeding initiation, exclusive breastfeeding), and behavior (helping mothers caring breast, assisting early breastfeeding initiation, reminding mothers to conduct exclusive breastfeeding, reporting to operators, and sticking puzzles). Second, an instrument in form of KAB (knowledge, attitude, and behavior) competence list assessment for husbands as the breastfeeding overseer. Third, BUDI puzzle model as breastfeeding overseer in form of SMS gateway and training module for husband as the breastfeeding overseer.Fourth, T test result found that there were significant changes of knowledge, attitude, and behavior (KAB) of the intervention group. After intervention, respondents’ knowledge score increased (p value = 0.000). Respondents’ attitudes in intervention groups turned to support exclusive breastfeeding and they did willingly to be breastfeeding overseers (p value = 0.000), while the control group showed the opposites.Results of BUDI puzzle model use by husbands as the breastfeeding overseers were that there were 95% mothers giving exclusive breastfeeding and 5% of mothers not giving exclusive breastfeeding in intervention groups, but the control group showed 100% of mothers not giving exclusive breastfeeding The conclusion was that BUDI puzzle model for husbands as the breastfeeding overseers as a method to monitor exclusive breastfeeding based on SMS gateway was able to improve exclusive breastfeeding. xxx

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Pascasarjana (Disertasi)
Depositing User: S3 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 29 Jul 2016 02:57
Last Modified: 29 Jul 2016 02:57
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/13166

Actions (login required)

View Item View Item