PERAN UNITED NATIONS OFFICE ON DRUGS AND CRIMES (UNODC) DALAM MENGURANGI PEREDARAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT-OBATAN PALSU DI INDONESIA

Nadhira, Fahrin (2022) PERAN UNITED NATIONS OFFICE ON DRUGS AND CRIMES (UNODC) DALAM MENGURANGI PEREDARAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT-OBATAN PALSU DI INDONESIA. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (94kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I.pdf - Published Version

Download (535kB)
[img] Text (Bab IV Penutup)
Bab IV.pdf - Published Version

Download (128kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (259kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Maraknya kasus pemalsuan alat kesehatan dan obat-obatan palsu di era Covid-19 menjadi perhatian tersendiri, dibuktikan melalui kasus-kasus yang dewasa ini terjadi di dunia, khususnya di Indonesia. Kejahatan ini berdampak secara ekonomi, sosial, dan kesehatan, salah satunya negara telah mengalami kerugian sebesar Rp 46 miliar (empat puluh enam miliar rupiah) akibat pardagangan alat kesehatan dan obat-obatan palsu. Kerugian dan kejahatan tersebut dampak pada munculnya bentuk kejahatan lain seperti kejahatan hak atas kekeyaan intelektual dan kejahatan transnasional teorganisir. Dalam hal ini, peran pihak ketiga menjadi sesuatu yang esensial dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan penegakan hukum dan pemberantasan alat kesehatan dan obat-obatam palsu. Salah satu lembaga tersebut ialah United Nations Office on Drugs and Crimes (UNODC). UNODC adalah kantor PBB yang bertugas dalam hal pemberantas kejahatan dan obat-obatan. Untuk mengetahui hal tersebut, rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1). Bagaimanakah peran United Nations on Drugs and Crimes (UNODC) dalam mengurangi peredaran alat kesehatan dan obat-obatan palsu di Indonesia? 2). Bagaimana aturan hukum dan kerjasama internasional yang dilakukan oleh Indonesia dalam mengurangi peredaran alat kesehatan dan obat-obatan palsu? Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian empris, yang mana menggunakan data primer lapangan berupa wawancara yang dilanjutkan dengan penelitian data sekunder dengan metode library research dan web-sourcing, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh, yakni: 1). Terdapat aturan hukum yang mengakomodir tindak pidana pemalsuan barang, baik secara umum maupun khusus. Namun dengan delik aduan, perkara baru dapat diproses ketika ada aduan. Juga belum ada aturan yang secara khusus mengatur mengenai alat kesehatan dan obat-obatan palsu. Pemerintah juga turut berkerjasama dengan pihak ketiga, seperti WHO dan Interpol secara praktikal. 2). UNODC sebagai kantor dibawah PBB dapat memberikan alert dan rekomendasi kepada pemerintah terkait program penanganan kejahatan pemalsuan barang, yakni melalui tiga mandat tradisional UNODC, yaitu providing normative guidance, capacity building, dan research based study. Kata Kunci: Alat Kesehatan dan Obat-obatan Palsu, Kejahatan Transnasional Terorganisir, Hak Atas Kekayaan Intelektual, UNODC

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: S1 Ilmu Hukum
Date Deposited: 20 Oct 2022 08:27
Last Modified: 20 Oct 2022 08:27
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/115103

Actions (login required)

View Item View Item