POTENSI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI ANTIFUNGAL TERHADAP Candida albicans PADA LEMPENG AKRILIK GIGI TIRUAN LEPASAN

Nada, Fathiyyah (2022) POTENSI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI ANTIFUNGAL TERHADAP Candida albicans PADA LEMPENG AKRILIK GIGI TIRUAN LEPASAN. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (230kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (198kB)
[img] Text (Bab VI Penutup)
BAB VI PENUTUP.pdf - Published Version

Download (178kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (432kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pemakaian gigi tiruan lepasan akrilik adalah alternatif solusi masalah kehilangan gigi. Denture stomatitis adalah salah satu penyakit yang dapat timbul akibat kebersihan gigi tiruan yang tidak dijaga. Mikroorganisme penyebab terjadinya denture stomatitis salah satunya adalah Candida albicans. Tujuan penelitian: Mengetahui potensi ekstrak kulit pisang kepok sebagai antifungal terhadap Candida albicans pada lempeng akrilik gigi tiruan lepasan. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design menggunakan 28 sampel untuk 4 kelompok perlakuan. Candida albicans dibiakkan pada lempeng akrilik. Sampel akrilik masing-masing direndam dalam 20 ml aquades sebagai kelompok kontrol dan 20 ml ekstrak kulit pisang kepok konsentrasi 25%, 50%, dan 75% sebagai kelompok perlakuan. Sampel direndam selama 10 menit pada masing-masing kelompok. Jumlah Candida albicans setelah perendaman dihitung menggunakan Colony Counter. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji parametrik One Way Anova. Hasil: Rata-rata jumlah Candida albicans tertinggi terdapat pada larutan aquades sedangkan rata-rata jumlah Candida albicans terendah terdapat pada ekstrak kulit pisang kepok konsentrasi 75%. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan perbedaan signifikan (p<0,05) pada rata-rata kelompok aquades dan ekstrak kulit pisang kepok konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Kesimpulan: Ekstrak kulit pisang kepok berpotensi sebagai antifungal terhadap Candida albicans pada lempeng akrilik gigi tiruan lepasan baik pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: drg. Eni Rahmi, Sp. Pros
Uncontrolled Keywords: Antifungal, Candida albicans, ekstrak kulit pisang kepok, GTL akrilik
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi
Depositing User: s1 pendidikan dokter gigi
Date Deposited: 13 Oct 2022 08:18
Last Modified: 13 Oct 2022 08:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/114567

Actions (login required)

View Item View Item