Penentuan Kadar Residu Pestisida Metomil (C5H10N2O2S) Dalam Sayuran Cabai Dan Tomat Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS Dan Potensi Resiko Kesehatan Manusia

Heysha, Fheiza (2022) Penentuan Kadar Residu Pestisida Metomil (C5H10N2O2S) Dalam Sayuran Cabai Dan Tomat Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS Dan Potensi Resiko Kesehatan Manusia. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (184kB)
[img] Text (BAB I. Pendahuluan)
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (132kB)
[img] Text (BAB V. Penutup)
BAB V (Penutup).pdf - Published Version

Download (126kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (141kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Tugas Akhir utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Sayuran Cabai (Capsicum annuum L.) dan Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura dan merupakan sayuran yang sangat digemari oleh rakyat Indonesia. Sebagian besar produsen pertanian menggunakan pestisida untuk mencegah hama dan meningkatkan hasil dan kualitas makanan yang mereka tanam. Residu pestisida yang diaplikasikan pada tanaman sering ditemukan pada makanan yang dapat menyebabkan efek kronis pada kesehatan manusia yang mengkonsumsi produk tersebut sehingga perlu dilakukan analisis residu pestisida dan penilaian risiko kesehatan. Penentuan residu pestisida metomil dilakukan dengan metoda Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 232 nm. Pelarut yang digunakan metanol : etanol (1 : 1). Konsentrasi residu pestisida yang didapatkan pada cabai dan tomat yang tidak dicuci (15,6 mg/kg dan 7,7906 mg/kg) lebih tinggi dibandingkan yang sudah dicuci air kran (8,8836 mg/kg dan 3,8148 mg/kg), sehingga diperlukan pencucian sayuran dengan air terlebih dahulu sebelum diolah menjadi makanan. Konsentrasi cabai dan tomat yang dicuci pelarut (metanol : etanol (1 : 1)) yaitu (5,3056 mg/kg dan 0,9340 mg/kg). Sayuran yang dicuci dengan pelarut bertujuan untuk melihat apakah pestisida larut seutuhnya dari sampel. Residu pestisida pada sayuran cabai dan tomat yang sudah dicuci air kran (8,8836 mg/kg dan 3,8148 mg/kg) masih melewati batas maksimum residu pestisida (BMR) yang ditetapkan oleh SNI, untuk metomil yaitu 1 mg/kg. Untuk penilaian risiko kesehatan manusia didapatkan nilai resiko jangka pendek (aHQ) dan resiko jangka Panjang (cHQ) untuk cabai yang sudah dicuci dengan air kran (0,0211 dan 0,0211) dan untuk tomat (0,1974 dan 0,1949). Standar nilai HQ yang tidak menimbulkan risiko kesehatan adalah kecil dari 1 yang menunjukkan bahwa sampel pada penelitian ini tidak menimbulkan risiko kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: s1 kimia kimia
Date Deposited: 15 Sep 2022 07:08
Last Modified: 15 Sep 2022 07:08
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/112800

Actions (login required)

View Item View Item