Komparasi Pemikiran Haji Abdul Karim Amrullah dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah tentang Praktek Beragama Orang Minangkabau (1907-1961)

Adhiya, Alfi Zikri (2022) Komparasi Pemikiran Haji Abdul Karim Amrullah dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah tentang Praktek Beragama Orang Minangkabau (1907-1961). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (105kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (256kB)
[img] Text (BAB V Kesimpulan)
BAB V.pdf - Published Version

Download (138kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (183kB)
[img] Text (Skripsi Fullltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul, "Komparasi Pemikiran Haji Abdul Karim Amrullah dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah tentang Praktek Beragama Orang Minangkabau (1907-1961)". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan pemikiran keislaman Haji Abdul Karim Amrullah Dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah mengenai praktek beragama orang Minangkabau. Penelitian ini menggunakan tahap metode sejarah. Penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan sumber primer dan sekunder. Dari studi pustaka didapat buku-buku karangan Haji Abdul Karim Amrullah dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah serta tulisan lainnya terkait kedua tokoh yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang yang mempengaruhi pemikiran keislaman kedua tokoh adalah pendidikan yang didapat sejak kecil. Berdasarkan nasab ulama, keduanya sama-sama mendapat pembelajaran Islam. HAKA melihat bahwa Islam dan adat Minangkabau berada pada fase jahiliyah (kebodohan) karena banyak praktek beragama orang Minang yang telah menyimpang dari ajaran yang kaffah. Sedangkan HAMKA, melihat bahwa antara Islam dan adat Minangkabau berada pada kemorosotan karena masih bergantung kepada sistem matrilineal. Islam harus dijadikan petunjuk untuk keluar dari lingkaran tersebut. Praktek beragama orang Minangkabau menurut HAKA terjerat pada praktek beragama yang kolot. Menurut HAKA, ulama Kaum Tua Minangkabau dalam menjalankan syariat Islam salah tangkap atau salah tafsir dalam memahami agama. HAMKA memandang orang Minangkabau secara lebih moderat, sehingga ia tidak melakukan kontroversial dalam karya-karyanya. Meskipun HAMKA tidak setuju dengan cara beragama orang Minangkabau yang tidak sesuai dengan Al Quran dan as Sunnah tetapi ia menyampaikan dengan bahasa yang santun.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Zulqaiyyim, M. Hum.
Uncontrolled Keywords: Komparasi, sejarah pemikiran, praktek beragama, Haji Abdul Karim Amrullah, Haji Abdul Malik Karim Amrullah
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Depositing User: S1 Ilmu Sejarah
Date Deposited: 25 Aug 2022 04:49
Last Modified: 25 Aug 2022 04:49
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/110318

Actions (login required)

View Item View Item