PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT DAN PENERAPAN TANGKI SEPTIK TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DIARE DI KOTA PADANG (STUDI KASUS: KECAMATAN KOTO TANGAH)

Windy, Dhiya Lathifah (2022) PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT DAN PENERAPAN TANGKI SEPTIK TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DIARE DI KOTA PADANG (STUDI KASUS: KECAMATAN KOTO TANGAH). Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (81kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (59kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (137kB) | Preview
[img] Text (TESIS FULL TEXT)
TESIS FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis perilaku masyarakat serta kondisi dan penerapan tangki septik terhadap kejadian penyakit diare di Kota Padang dengan studi kasus di Kecamatan Koto Tangah. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 110 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mendapatkan informasi terkait perilaku masyarakat, penerapan tangki septik dan kejadian penyakit diare pada masyarakat. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistik korelasi dan regresi. Hasil identifikasi menunjukkan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pemeliharaan jamban dan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dominan berada pada kategori baik dengan persentase berturut-turut 49,1%; 83%: dan 79,1%. Sementara kondisi dan penerapan tangki septik dominan berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 45,5%. Hasil survey menunjukan 27,3% responden (30 dari 110 responden) mengalami diare. Dari hasil analisis korelasi diperoleh adanya hubungan berbanding terbalik dan sangat kuat antara variabel perilaku CTPS (r=-0,783) dan perilaku pemeliharaan jamban (r=-0,719) dengan kejadian penyakit diare, namun perilaku BABS tidak memiliki hubungan (p>0,05). Penerapan tangki septik juga mempunyai hubungan berbanding terbalik dan sangat kuat (r=-0,725) dengan kejadian penyakit diare. Hasil penelitian juga menunjukan perilaku CTPS dan pemeliharaan jamban serta kondisi dan penerapan tangki septik mempunyai pengaruh berturut-turut sebesar 61,3%, 74,9% dan 59,7% terhadap kejadian penyakit diare. Semakin tinggi frekuensi perilaku CTPS dan pemeliharaan jamban serta semakin baik kondisi dan penerapan tangki septik, maka semakin rendah angka kejadian penyakit diare. Kata kunci: diare, jamban, perilaku, tangki septik

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Dr. Eng Shinta Indah
Uncontrolled Keywords: diare, jamban, perilaku, tangki septik.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Pascasarjana (S2)
Depositing User: s1 teknik lingkungan
Date Deposited: 12 May 2022 07:23
Last Modified: 12 May 2022 07:23
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/102893

Actions (login required)

View Item View Item