ANALISIS PEMASARAN TERNAK SAPI POTONG RAKYAT DI KOTA PAYAKUMBUH

TRESLINA, DEWI (2014) ANALISIS PEMASARAN TERNAK SAPI POTONG RAKYAT DI KOTA PAYAKUMBUH. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (FULLTEXT)
201410271604th_1220613012_treslina dewi_thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sejauh ini peternak belum mendapat margin yang adil di dalam saluran pemasaran ternak sapi potong. Kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya informasi pasar dan lemahnya posisi tawar peternak. Jika hal ini berlanjut, maka minat dari peternak untuk mengembangkan usaha ternak sapi dapat menurun. Akibatnya produksi ternak tidak berkembang dengan baik dan margin usaha peternak menjadi rendah. Belum diketahui bagaimana saluran pemasaran yang sesungguhnya, margin yang didapat oleh masing-masing pelaku usaha dan kelengkapan sarana dan prasarana pasar ternak di Kota Payakumbuh. Tujuan Penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui saluran pemasaran ternak sapi potong rakyat di Kota Payakumbuh. 2). Mengetahui margin yang diterima oleh pelaku usaha pemasaran sapi potong. 3). Mengetahui kondisi sarana dan prasarana pendukung pasar ternak di Kota Payakumbuh. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Payakumbuh pada 5 (lima) kecamatan yaitu : Kecamatan Payakumbuh Barat, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kecamatan Payakumbuh Selatan dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagari serta Pasar Ternak Kota Payakumbuh. Penelitian berlangsung mulai tanggal 16 Maret sampai 27 April 2014. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode “Quota Sampling”. Responden adalah 100 orang peternak, 35 orang pedagang pengumpul, 82 orang toke ternak dan 16 orang toke potong yang terlibat dalam penjualan sapi potong di pasar ternak Kota Payakumbuh. Sapi yang dijual berupa sapi potong Kreman (jantan) dan sapi betina yang dijual untuk dipotong. Variabel Penelitian diamati adalah: 1). Karakteristik respon den peternak, pedagang ( pedagang pengumpul, toke ternak, toke potong ) yang meliputi umur (tahun), tingkat pendidikan (tidak sekolah, SD, SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi), pengalaman berternak (tahun), dan usaha responden ( pokok, sambilan ). 2).Jumlah saluran pemasaran yang ada pada pemasaran sapi potong di Kota Payakumbuh.3) Harga beli dan harga jual sapi potong pada setiap saluran pemasaran dalam satuan rupiah (Rp). 4) Biaya pemasaran dihitung dari semua biaya pajak dan retribusi yang dibayarkan oleh peternak dan pedagang dalam memasarkan sapi potong dinyatakan dalam Rp/ekor. 5). Ketersediaan sarana dan prasarana di Pasar Ternak Kota Payakumbuh. 6).Penggunaan sarana dan prasarana di Pasar Ternak Kota Payakumbuh. Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa saluran pemasaran sapi potong rakyat di Kota Payakumbuh terdiri dari 4 (empat saluran) yaitu : 1) Saluran I dimulai dari peternak kemudian agen dilanjutkan ke pedagang pengumpul selanjutnya dijual ke toke ternak dan berakhir di toke potong sebanyak 24 % . 2) Saluran II merupakan saluran yang paling banyak dipakai yaitu sebanyak 58 %. Saluran ini dimulai dari peternak kemudian agen dijual ke toke ternak dan dijual lagi ke toke potong. 3) Saluran III merupakan saluran dimana setelah ternak dijual ke pedagang pegumpul kemudian pedagang pengumpul menjual lagi ke toke potong. Saluran ini dipakai sebanyak 11 % dalam saluran pemasaran. 4) Saluran IV merupakan saluran terpendek dalam saluran pemasaran dan paling sedikit dijumpai dalam saluran pemasaran yaitu 7 %, dimana peternak langsung menjual sapi potong mereka ke toke potong biasanya toke potong mendatangi peternak di lokasi pemeliharaan. Saluran IV merupakan saluran dimana margin usaha yang merupakan keuntungan bagi peternak didapat secara maksimal begitu juga dengan toke potong/ jagal mendapat keuntungan yang cukup besar jika dibandingkan dengan ke 3 (tiga) saluran lainnya. Pada tingkat Toke potong margin yang didapat cukup besar yaitu sebesar Rp. 2.600.000,00 untuk sapi jantan. Margin sapi betina adalah Rp.1.850.000,00 sedangkan untuk sapi betina afkir adalah sebesar Rp. 1.850.000,- Pada tingkat peternak untuk sapi jantan didapat margin sebesar Rp. 3.683.000,00 . Margin usaha perbulan adalah sebesar Rp. 613.916,70. Untuk sapi betina didapat margin usaha sebesar Rp. 3.019.000,00, margin usaha perbulannya menjadi Rp. 503.166,67 dan sapi betina afkir Rp. 2.900.000,00 margin usaha yang didapat untuk 1 (satu) bulan adalah sebesar Rp. 483.333,33. Semakin pendek saluran maka margin yang didapat pada tiap lembaga semakin besar disebabkan sedikitnya pedagang yang terlibat didalam saluran pemasaran tersebut. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sarana dan prasarana pasar ternak belum memadai. Pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana belum selesai seperti kantor, pos jaga, los ternak, areal parkir dikerjakan secara bertahap dan masih berlangsung sampai tahun ini dan belum dilengkapi dengan papan informasi harga sapi untuk memudahkan peternak mengetahui harga sapi setiap harinya. Penggunaan sarana dan prasaran di pasar ternak belum optimal. Timbangan ternak belum digunakan secara optimal karena dianggap mengganggu kepentingan pedagang ternak tetapi dibutuhkan oleh peternak. Kata kunci : Sapi potong, saluran pemasaran, dan margin

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: ms Meiriza Paramita
Date Deposited: 04 Jun 2016 04:27
Last Modified: 04 Jun 2016 04:27
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/10275

Actions (login required)

View Item View Item