PEMUNGUTAN SUARA DI LUAR JADWAL DAN MALPRAKTIK PEMILIHAN Studi Kasus: Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di Kabupaten Batang Hari pada Pemilihan Serentak Tahun 2020

Febriansyah, Kurniawan (2022) PEMUNGUTAN SUARA DI LUAR JADWAL DAN MALPRAKTIK PEMILIHAN Studi Kasus: Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di Kabupaten Batang Hari pada Pemilihan Serentak Tahun 2020. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Pendahuluan)
BAB I (PENDAHULUAN).pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Penutup)
BAB VI (PENUTUP).pdf - Published Version

Download (790kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (535kB) | Preview
[img] Text (Tesis Full)
FULL TESIS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (20MB)

Abstract

Kekurangan Surat Suara di TPS pada Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Batang Hari menimbulkan persoalan pelik. Bermula di TPS 2 Desa Kaos yang gagal memfasilitasi hak pilih 53 orang pemilih, Bawaslu Kabupaten Batang Hari merekomendasikan dilaksanakannya Pemungutan Suara Lanjutan. Di sisi lain,terdapat pula TPS lain yang menampilkan fenomena banyak pemilih yang tidak terfasilitasi hak pilihnya akibat kekurangan surat suara yang terjadi. Penelitian mendiskripsikan hasil kajian mengenai malpraktik pemilihan sejak pengelolaan logistik, mekanisme penangan kekurangan surat suara dijalankan hingga proses penerbitan rekomendasi Bawaslu Kabupaten Batang Hari dan dalam Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) yang direkomendasikan. Penelitian bersifat kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang menganalisis pada data primer bersumber dari hasil wawancara dan disandingkan dengan data sekunder yang didapatkan dari sumber lainnya. Data dianalisis berdasarkan konsepsi malpraktik pemilihan Chad Vickery dan Erica Shein untuk mengidentifikasi praktik penyimpangan pemilihan yang ditemukan,serta hasil penelitian Ramlan Surbakti, dkk yang menemukan bahwa malpraktik pemilihan dapat memicu praktik-praktik penyimpangan lanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerbitan rekomendasi Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) oleh Bawaslu Kabupaten Batang Hari tidak hanya dilatarbelakangi oleh adanya pelanggaran administrasi, namun lebih mengarah kepada meredakan polemik serta desakan di luar penyelenggara pemilihan itu sendiri. Bawaslu Kabupaten Batang Hari pun turut melakukan praktik penyimpangan dengan mengabaikan TPS lain yang memiliki kencenderungan persoalan yang sama. Hasil penelitian juga menunjukkan fenomena lain jika disandingkan dengan konsepsi yang dirumuskan oleh Chad Vickery dan Erica Shein, bahwa malpraktik pemilihan tidaklah serta merta hanya mengenai ketidaksengajaan oleh penyelenggara, namun juga dapat muncul dalam upaya sadar akan tetapi tidak mengarah kepada tujuan untuk mempengaruhi proses atau hasil pemilihan itu sendiri. Sejalan dengan pendapat Ramlan Surbakti, temuan penelitian juga menunjukkan fenomena malpraktik pemilihan yang terus menerus berlanjut menghadirkan malpraktik atau praktik penyimpangan lainnya. Penelitian ini juga mengungkapkan pola malpraktik pemilihan yang berbeda dengan temuan penelitian sebelumnya yakni malpraktik pemilihan bukan dimulai dari penyelenggara tingkat bawah di TPS namun justru oleh penyelenggara pemilihan di tingkat atas yang dalam hal ini adalah KPU tingkat kabupaten. Kata kunci: pemilihan serentak, pemungutan suara lanjutan, malpraktik, praktik penyimpangan

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Pascasarjana (S2)
Depositing User: s2 tata kelola pemilu
Date Deposited: 22 Apr 2022 02:09
Last Modified: 22 Apr 2022 02:09
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/101879

Actions (login required)

View Item View Item